PDIP Bisa Dukung Pemerintahan Prabowo Tanpa Harus Masuk Kabinet

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) dinilai tidak perlu bergabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto untuk mendukung program-programnya.
Hal ini disampaikan oleh pengamat politik, Ray Rangkuti pada Minggu (29/9/2024).
"Benar, tidak harus masuk pemerintahan. Di luar pemerintahan juga bisa mendukung pemerintah," ujar Ray kepada Akurat.co.
Menurutnya, PDIP dapat berperan sebagai oposisi dengan tetap mengingatkan pemerintah agar konsisten menjalankan janji-janji kampanyenya.
Baca Juga: FTUI Perkuat Kolaborasi Industri Melalui Engineering Network dan Partnership Awards 2024
"Termasuk mendukung agar pemerintah tetap konsisten dengan janji-janji, memperkuat demokrasi, dan memberantas korupsi," lanjutnya.
Ray menegaskan, PDIP bisa mendukung pemerintahan Prabowo dengan kritik yang konstruktif, yakni kritik yang rasional dan demi kebaikan rakyat, bangsa, dan negara.
"Mendukung pemerintah tidak selalu berarti masuk ke dalam pemerintahan. Mendukung juga bisa dilakukan dari luar dengan membangun kritik yang konstruktif," jelas Ray.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani, memberikan sinyal bahwa PDIP mungkin bergabung ke dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Pramono Anung Janji Gratiskan Layanan Transportasi Umum Bagi 15 Golongan Pekerja
Puan menyatakan, bergabungnya PDIP ke pemerintahan Prabowo tidak mustahil, mengingat hubungan partainya dengan Prabowo selama ini tidak bersifat permusuhan.
"Insya Allah, tidak ada yang tidak mungkin," kata Puan saat berbicara kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (24/9/2024).
Puan juga memastikan bahwa komunikasi antara PDIP dan Prabowo tetap terjalin sejak Pemilu dan Pilpres 2024.
"Komunikasi selalu terjalin sejak selesai Pemilu," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








