Megawati Soal Unjuk Rasa Kawal Putusan MK: Ini Darurat Konstitusi

AKURAT.CO Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menganggap Indonesia tengah berada dalam situasi darurat konstitusi. Sehingga, patut menjadi perhatian masyarakat.
Hal ini merespons banyaknya demonstrasi yang dilakukan hari ini, buntut percobaan Baleg DPR RI menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor.60 Tahun 2024 tentang Undang-Undang Pilkada.
"Hari ini saya mendapat laporan begitu banyak pergerakan seluruh elemen masyarakat termasuk civil society dan mahasiswa, semua tergerak karena nurarinya dan tentunya untuk menyelamatkan demokrasi," ujar Megawati dalam pidatonya, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga: Demonstrasi Kawal Putusan MK Memanas, Massa Jebol Pagar Gedung DPR RI
"Jadi jangan enak-enak saja, ini darurat konstitusi," imbuhnya.
Dia kemudian mengapresiasi hakim MK yang mengabulkan permohonan tentang peraturan terbaru pilkada kemarin. "Kali ini saya sungguh mengapresiasi keberanian hakim MK dalam mengambil keputusan tersebut. Lah kalau kamu mau jadi hakim MK, ya aturan MK yang harus dijalankan, ya kalau nggak berani, ya jangan jadi hakim MK," tegasnya.
"Betul tidak? Lho semua begitu juga, kalau mau jadi gubernur jalankan peraturan gubernur, kalau mau jadi bupati jalankan perarutan bupati itu, kalau enggak, mundur. Masih banyak yang mau, yang pinter," jelasnya.
Sebelumnya, demonstrasi untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas Pilkada 2024 yang terancam dianulir oleh DPR RI masih berlangsung hingga sore ini.
Berdasarkan pantauan Akurat.co pada Kamis (22/8/2024) pukul 14.40 WIB, pagar samping kanan yang membatasi gerbang depan Gedung DPR RI dengan Jalan Gatot Subroto telah dijebol oleh massa demonstran.
Awalnya, massa tampak menggoyangkan pagar besi tersebut hingga akhirnya terbuka lebar, meskipun belum ada pengunjuk rasa yang berani masuk ke dalam area gedung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







