Langkah PDIP Usung Anies di Pilgub Jakarta Bisa Kurangi Politisasi Agama
Atikah Umiyani | 12 Juni 2024, 18:52 WIB

AKURAT.CO Politisasi agama dalam Pilkada Jakarta 2024 bisa diminimalisir jika Anies Baswedan diusung oleh PDI Perjuangan. Dukungan PDIP terhadap Anies juga disebut sebagai bentuk rekonsiliasi politik.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengatakan, isu-isu agama bisa berkurang jika Anies diusung oleh partai nasionalis. Hal ini sebagai respons atas santernya nama Anies di kalangan PDIP.
"Jadi ini sesuatu bentuk rekonsiliasi sebenarnya yang kita lihat dengan PDIP mengusung pak Anies sebagai calon gubernur, dan kita harap tidak ada lagi nanti isu-isu agama dalam Pilkada yang akan datang," kata Fernando saat dihubungi, Rabu (12/6/2024).
Bukan tanpa sebab, pasalnya Anies dianggap sebagai sosok yang kental dengan isu-isu agama. Sebagaimana, riwayat ini terjadi saat Anies maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 silam.
Oleh karenanya, Fernando meyakini, isu-isu agama akan berkurang jika Anies diusung PDIP, dan PDIP menempatkan kadernya sebagai pendamping Anies.
"Kalau misalnya nanti benar kader PDIP yang akan diusung sebagai calon pendamping pak Anies, tentu ini akan menetralisir isu-isu yang selama ini melekat kepada pak Anies, yang dianggap menjual ayat-ayat agama mempolitisir agama untuk kepentingan Pilkada 2017 yang lalu," ujarnya.
Fernando pun menilai wajar jika nanti kader PDIP hanya ditempatkan di posisi kedua, yakni calon wakil gubernur. Sebab, perolehan PDIP di DKI tidak sebesar perolehan partai yang menjadi pengusung Anies di pilpres.
"Kalau pak Anies diusung PKS wajar menempati nomor satu, karena perolehan suara nomor satu PKS, terus PDIP yang hanya memperoleh 15 kursi sekarang ya wajar menempati posisi nomor dua," tuturnya.
"Kalau pun nanti misalnya PKB, kemudian NasDem akan bergabung, tentu akan semakin memperkuat peluang kemenangan pak Anies dengan siapa nanti yang akan diusung," sambungnya memungkasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 6Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 7India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 8Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan








