Ganjar Kritisi Rencana Prabowo Tambah Jumlah Kabinet, Dasco: Itu Kan Hak Pemenang

AKURAT.CO Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kritikan Ganjar Pranowo yang menyebut rencana penambahan jumlah kementerian sebagai bentuk politik akomodatif.
Menurut Dasco, penambahan jumlah kementerian bukan sebagai suatu kesalahan walaupun tujuannya untuk mengakomodasi rekan koalisi yang sama-sama berjuang salama menghadapi Pilpres 2024.
Sebab, hal itu menjadi hak dan kewenangan yang dimiliki oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
Baca Juga: Masih Fokus Rancang Program, Prabowo Belum Bahas Soal Kementerian Baru
"Saya tanya kembali, apakah misalnya kita mengakomodasi kawan-kawan yang sudah berjuang bersama-sama untuk kemudian membangun Indonesia ke depan itu apakah salah gitu loh? itu kan adalah hak pemenang," kata Dasco kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/5/2024).
Dasco pun merasa heran dengan pernyataan Ganjar tersebut. Sebab, dia sendiri mengaku tidak akan ikut campur mengenai hal tersebut jika yang menang adalah pihak lain.
"Kita juga kemudian kalau ada yang menang dia mau mengakomodasi ataupun kemudian mau memperkecil kita juga enggak pusing," ujarnya.
Baca Juga: Penambahan Kementerian Baru Dikhawatirkan Bikin Fungsi Jadi Tidak Sinkron, Ini Kata DPR
Sebelumnya, mantan capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo mengatakan, penambahan jumlah kabinet hanya bisa dilakukan melalui revisi Undang-Undang Kementerian Negara. Sebab, dalam UU tersebut sudah tertera dengan jelas bahwa jumlah kementerian negara paling banyak 34.
Namun, Ganjar memahami pasti ada upaya politik akomodatif yang akan dilakukan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Semua alasan sangat mungkin tapi kecurigaan publik pasti mengarah ke sana. Wong sudah ada UU-nya kok, mau apa lagi? Tapi saya paham karena saya politisi saya sangat paham pasti politik akomodasi pasti dilakukan," kata Ganjar di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







