Akurat Logo

Mau Rebut Kursi Gubernur Jakarta, PDIP Harus Cari Sosok yang Kantongi Elektabilitas Tinggi

Citra Puspitaningrum | 8 Mei 2024, 21:28 WIB
Mau Rebut Kursi Gubernur Jakarta, PDIP Harus Cari Sosok yang Kantongi Elektabilitas Tinggi

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) menjadi salah satu pesaing potensial dalam mengikuti pertarungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta pada 27 November 20224 mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, jika PDIP serius merebut jabatan gubernur DKI Jakarta maka partai berlogo banteng moncong putih harus mencari kandidat bakal calon yang memiliki elektabilitas tinggi.

"Kalau dipaksa-paksa elektabilitasnya rendah, elektabilitasnya jeblok, elektabilitasnya dibawah kandidat lain apalagi lawan politik ya bisa kalah, bisa tumbang," kata Ujang saat dihubungi Akurat.co di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Kendati demikian, PDIP sebagai partai pemenang pemilu tidak akan kekurangan bakal calon kepala daerah khususnya untuk provinsi Jakarta. Sebab, PDI Perjuangan masih memiliki segudang nama populer kandidat yang mumpuni untuk memimpin Jakarta.

Baca Juga: Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Resmi Tandatangani NPHD Pengamanan Pilkada 2024 kepada TNI dan Polri

Tapi standar umum siapapun nama-nama yang akan dijadikan sebagai kandidat calon gubernur atau kepala daerah (dari PDIP) yaitu ya soal elektabilitas yang tinggi," kata dia.

Sebelumnya, sederet nama-nama besar dikabarkan masuk dalam bursa calon gubernur DKI Jakarta dari corong PDI Perjuangan. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah DPD PDIP DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengaku akan mengusulkan Sri Mulyani sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Selain Sri Mulyani, juga muncul nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meramaikan bursa bakal calon gubernur DKI Jakarta. Kemudian, Eks Panglima TNI Andika Perkasa, Mensos Tri Rismaharini hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

"Di internal, masuk melihat nama-nama yang masuk sejauh ini ada Bu Risma, Bu Sri Mulyani, Pak Andika, dan Pak Adi Wijaya," kata Gilbert.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.