Akurat Logo

Prabowo Cari Waktu Temui PKS, Gerindra Mengaku Tidak Lihat Gelora Menolak

Atikah Umiyani | 4 Mei 2024, 16:21 WIB
Prabowo Cari Waktu Temui PKS, Gerindra Mengaku Tidak Lihat Gelora Menolak

AKURAT.CO Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani meyakini, semua partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM) setuju untuk terus membangun kerja sama dengan sejumlah partai yang menjadi pesaing di Pilpres 2024.

Muzani mengaku tidak lihat ada penolakan dari Partai Gelora soal upaya kerja sama tersebut. Salah satunya terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belakangan mulai membuka diri untuk bekerja sama dengan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Saya tidak melihat Gelora menolak. Saya tidak melihat Gelora menolak," kata Muzani kepada wartawan di kawasan Kemayoran, Jakarta, Sabtu (4/5/2024).

Muzani mengatakan, saat ini pihaknya masih mempelajari sinyal-sinyal dari PKS yang merupakan kawan lamanya dalam dua kali pilpres, yakni 2014 dan 2019.

Baca Juga: Beda dengan Gelora, Gerindra Yakin Prabowo Masih Terbuka untuk PKS

"Ya PKS pernah memberi support dan dukungan kepada Pak Prabowo dua kali setidaknya 2014 dan 2019, sehingga sinyal-sinyal PKS sudah kami tangkap dan kami pelajari," ujarnya.

Muzani mengatakan, Prabowo pun sudah menangkap dengan baik sinyal-sinyal dari PKS. Menurutnya, pertemuan Prabowo dengan PKS akan dilaksanakan jika sudah ada momentum yang tepat.

"Pak Prabowo juga sama sudah menangkap, sekali lagi pak Prabowo perlu waktu, sedang mencari momentum yang tepat," pungkasnya.

Seperti diketahui, PKS sebelumnya telah memberi sinyal-sinyal terbuka untuk gabung pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, sikap PKS tersebut mendapat penolakan dari Partai Gelora sebagai pihak yang ikut mengusung Prabowo-Gibran.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, salah satu alasan penolakan tersebut yaitu karena selama masa kampanye Pilpres 2024, PKS telah melakukan serangan negatif secara masif kepada Prabowo-Gibran, bahkan ke Presiden Joko Widodo.

"Seingat saya selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi sangat ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran," kata Mahfuz kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.