Megawati Bungkam Soal Hak Angket, Rocky Gerung Curigai Ada Upaya Negosiasi dari Jokowi

AKURAT.CO Pengamat politik Rocky Gerung menilai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, masih ragu-ragu menginstruksikan kadernya untuk melakukan hak angket di DPR RI.
Sebab, belum ada pernyataan secara resmi dari Megawati yang berbicara soal hak angket. Hal ini dicurigai karena Megawati masih menunggu tawaran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Sempat Berbeda Soal Hak Angket, Ganjar dan Mahfud Makan Siang Bersama Bareng Aktivis Yogyakarta
"Itu yang menandakan bahwa yang pertama kali akan diminta untuk tukar tambah justru adalah PDIP, karena itu Mega masih ragu untuk mengatakan bahwa saya sudah perintahkan untuk membentuk angket itu," kata Rocky dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (11/3/2024).
Menurut Rocky, ada kecurigaan di publik bahwa Megawati tengah dibujuk agar tak mendorong hak angket. Hal ini juga yang membuatnya yakin bahwa hak angket sulit bergulir di DPR, apalagi jika tanpa PDIP.
"Tetap publik mencurigai bahwa Megawati sedang dibujuk untuk nego. Soalnya kalau Megawati terbujuk untuk nego maka ada alasan juga bagi NasDem dan PKB untuk menerima semacam nego kecil dengan Jokowi atau dengan Prabowo," ujarnya.
Jika Megawati sama sekali tak bersuara soal hak angket, Rocky menilai bukan tidak mungkin jika wacana hak angket bubar jalan. Sebab, parpol lain juga akan menyerahkan dirinya untuk bekerja sama dengan pemerintah.
Baca Juga: Desak Hak Angket DPR, Padahal PDIP Ikut Memproduksi Kecurangan
"Itu pentingnya suara Megawati diucapkan, kalau Megawati misalnya terus mengambangkan itu juga potensi dua partai NasDem dan PKB membuka peluang juga untuk diintervensi Jokowi," ujarnya.
Rocky menilai, PKB dan NasDem sama pragmatisnya. Sebab, jika hak angket tidak didukung PDIP, maka kedua partai tersebut berpotensi gabung ke kubu Jokowi.
"Jadi sebetulnya NasDem dan PKB ada pragmatismenya juga, mereka mengucapkan keras tapi seandainya Megawati tidak dukung, dia juga punya alasan menerima pinangan Jokowi misalnya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






