Akurat Logo

Menerka Langkah Jokowi Usai Tak Jadi Presiden, Butuh Partai Politik Agar Tetap Eksis

Paskalis Rubedanto | 11 Maret 2024, 16:42 WIB
Menerka Langkah Jokowi Usai Tak Jadi Presiden, Butuh Partai Politik Agar Tetap Eksis

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi), diisukan akan masuk ke sejumlah partai politik besar usai hubungannya dengan PDIP tidak lagi harmonis. Baru-baru ini Partai Golkar diisukan akan menjadi rumah baru bagi Jokowi setelah habis masa jabatan Oktober 2024 nanti.

Pengamat politik Ujang Komarudin, menilai saat ini sebenarnya kepala negara tidak sedang diperebutkan oleh parpol manapun, melainkan Jokowi sendiri yang butuh parpol.

Baca Juga: Masih Menjadi Magnet, Jokowi akan Jadi Rebutan Parpol Jelang Pilkada

"Sebenarnya (Jokowi) bukan diperebutkan oleh partai-partai. Tetapi Jokowi ingin punya rumah, ingin punya perlindungan, benteng. Ketika sudah tidak menjabat lagi, punya partai, punya pengaman. Terkait dengan urusan politik, bisnis, dan hukum ke depan," kata Ujang kepada Akurat.co, di Jakarta, Senin (11/3/2024).

Dia menilai, Jokowi akan melemah dan tak dilirik publik jika tidak masuk partai manapun usai tidak lagi jadi orang nomor 1 di Indonesia pada 20 Oktober 2024 mendatang.

"Makanya ketika sebelum berakhir dia harus masuk partai, agar tetap masih punya kekuasaan, agar punya jaringan pengaman politik ke depan," ujar Ujang.

Untuk diketahui, selain Partai Golkar, Presiden Jokowi juga pernah diisukan akan masuk Partai Amanat Nasional (PAN), atau menjadi bagian dadi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang diketuai putra bungsunya Kaesang Pangarep.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.