Akurat Logo

Masih Menjadi Magnet, Jokowi akan Jadi Rebutan Parpol Jelang Pilkada

Atikah Umiyani | 11 Maret 2024, 12:54 WIB
Masih Menjadi Magnet, Jokowi akan Jadi Rebutan Parpol Jelang Pilkada

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menjadi rebutan oleh partai politik pasca dirinya tak lagi menjabat sebagai kepala negara.

Adib menilai, Jokowi masih memiliki magnet yang kuat terhadap masyarakat. Sehingga, pengaruhnya masih sangat dibutuhkan oleh partai politik untuk mendongkrak suara dalam pilkada November mendatang.
 
"Walau dia sudah dua periode selesai, tapi magnetnya masih luar biasa dalam kontestasi politik, ini tak lain karena program kerja Jokowi, hubungan dia ke rakyat itu langsung, ini yang menandakan bahwa dia masih menjadi magnet yang luas biasa," kata Adib kepada Akurat.co, Senin (11/3/2024).
 
 
Apalagi, kinerja Jokowi selama menjabat selalu berhasil mendapat kepuasan masyarakat yang tinggi. Ini menjadi bukti bahwa kesukaan masyarakat terhadap Jokowi masih cukup besar.
 
"Dengan approval rating di atas 70 persen, saya kira menjadi magnet parpol untuk berusaha diraih," ujarnya.
 
Menurut Adib, Jokowi juga punya daya tawar yang tinggi pasca berani bertentangan dengan PDIP dan ikut berkontribusi memenangkan paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
 
"Ketika dia berani berpisah dan bertabrakan dengan PDIP, dan terbukti ketika dia support 02 dia menang. Jadi bargaining politiknya lebih tinggi lagi," ucapnya.
 
 
Ia pun meyakini pada akhirnya Jokowi akan mencari partai baru untuk berlabuh. Apalagi, belakangan sudah menguat kabar bahwa Jokowi akan merapat ke Golkar.
 
"Jadi kalau ditanya soal mengambil alih, pindah partai saya kira banyak kemungkinan, karena memang figur jokowi masih laku," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.