Akurat Logo

Jokowi Bertemu Surya Paloh, Kemungkinan Nasdem Mau Gabung Koalisi Pemerintah

Dwana Muhfaqdilla | 18 Februari 2024, 21:56 WIB
Jokowi Bertemu Surya Paloh, Kemungkinan Nasdem Mau Gabung Koalisi Pemerintah

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo mengundang Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, untuk bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (18/2/2024).

Pengamat politik Aidinil Zetra mengatakan bahwa hal itu cukup besar membahas kemungkinan Nasdem bergabung ke koalisi peddukung pemerintah.

"Saya kira peluang itu cukup besar. Karena dalam konteks Indonesia pasca-Orde Baru, koalisi pascapemilu merupakan keniscayaan dilakukan akibat pilihan sistem kepartaian yang multipartai," jelasnya saat dihubungi Akurat.co.

Baca Juga: Surya Paloh Dipanggil Presiden Jokowi ke Istana, Silaturahmi Biasa

Dalam penjelasannya, ketidakmampuan gabungan partai pengusung calon presiden pemenang untuk mendapat suara mayoritas dalam pemilu legislatif, membuat koalisi membentuk pemerintahan dengan pihak lain adalah jalan yang harus ditempuh. 

"Kenyataan inilah yang terjadi di Indonesia pada pemilihan presiden dan wakil presiden pasca Orde Baru. Meskipun dalam pemilihan presiden/wakil presiden agak berbeda pada tahun 1999 dan 2019," pengamat politik dari Universitas Andalas itu memaparkan.

Baca Juga: Surya Paloh Optimistis KPU Independen Dan Profesional

Presiden Jokowi memanggil Surya Paloh untuk bertemu di Istana Kepresidenan.

Menurut politisi Nasdem, Ahmad Sahroni, pertemuan tersebut bersifat silaturahmi yang biasa dilakukan.

"Silaturahim biasa saja," katanya.

Belum diketahui apa saja yang dibahas antara Surya Paloh dengan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan ini menjadi yang pertama kali dilakukan Jokowi dengan Surya Paloh usai penyelenggaraan Pemilu 2024.

Surya Paloh sendiri telah mengadakan pertemuan dengan calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, pada Jumat (16/2/2024).

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.