Persaudaraan 98: Film Dirty Vote Partisan Timses Berkedok Intelektual

AKURAT.CO Ketua Umum Persaudaraan 98, Wahab Talaohu, menilai film dokumenter Dirty Vote penuh nuansa politis, provokatif dan menciderai akal sehat rakyat.
"Kita tidak bisa mentolerir tindakan-tindakan provokatif yang dilakukan oleh partisan timses paslon tertentu dengan kedok intelektual. Ini konten kampanye di masa tenang," kata Wahab, di Jakarta, Senin (12/2/2024).
Menurutnya, Dirty Vote hanya berlandaskan asumsi dan praduga tanpa dasar data dan fakta sehingga sangat menciderai akal sehat publik. Narasumber tidak menerapkan metode ilmiah, tanpa verifikasi data dan mengunakan data yang tidak valid.
"Kepakaran sebagai ahli hukum gugur karna perbuatannya sendiri. Seorang ahli mengunakan variabel, indikator data dan fakta dalam menentukan sebuah justifikasi. Jangan merasa pintar dan benar sendiri, menghina akal sehat rakyat," imbuhnya.
Selain itu, Dirty Vote juga membangun asumsi yang mengkerdilkan KPU dan Bawaslu yang dipandang telah terkooptasi dan tidak mampu bekerja maksimal.
"Dirty vote telah menghina KPU dan Bawaslu yang telah bekerja maksimal menjalankan amanat konstitusi. Ada 8.232.200 orang petugas KPU dan Bawaslu yang bekerja yang telah bekerja siang malam all out di 8.232.200 tps demi suksesnya pemilu," lanjutnya.
"Dirty vote merasa memiliki kebenaran absolud. Merasa paling pintar dan paling benar sendiri. Mereka harus ingat, rakyat punya akal sehat yang mampu membedakan mana madu dan mana racun. Secanggih apapun racun dikemas, itu tetaplah racun," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








