Akurat Logo

Persaudaraan 98: Film Dirty Vote Partisan Timses Berkedok Intelektual

Rizky Dewantara | 12 Februari 2024, 11:01 WIB
Persaudaraan 98: Film Dirty Vote Partisan Timses Berkedok Intelektual

AKURAT.CO Ketua Umum Persaudaraan 98, Wahab Talaohu, menilai film dokumenter Dirty Vote penuh nuansa politis, provokatif dan menciderai akal sehat rakyat.

"Kita tidak bisa mentolerir tindakan-tindakan provokatif yang dilakukan oleh partisan timses paslon tertentu dengan kedok intelektual. Ini konten kampanye di masa tenang," kata Wahab, di Jakarta, Senin (12/2/2024).

Baca Juga: 6 Fakta Film Dokumenter Dirty Vote Garapan Dandhy Dwi Laksono, Kecurigaan Adanya Kecurangan Pemilu 2024

Menurutnya, Dirty Vote hanya berlandaskan asumsi dan praduga tanpa dasar data dan fakta sehingga sangat menciderai akal sehat publik. Narasumber tidak menerapkan metode ilmiah, tanpa verifikasi data dan mengunakan data yang tidak valid.

"Kepakaran sebagai ahli hukum gugur karna perbuatannya sendiri. Seorang ahli mengunakan variabel, indikator data dan fakta dalam menentukan sebuah justifikasi. Jangan merasa pintar dan benar sendiri, menghina akal sehat rakyat," imbuhnya.

Selain itu, Dirty Vote juga membangun asumsi yang mengkerdilkan KPU dan Bawaslu yang dipandang telah terkooptasi dan tidak mampu bekerja maksimal.

Baca Juga: Viral Film Dirty Vote yang Menceritakan Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Begini Respons Kubu Ganjar-Mahfud

"Dirty vote telah menghina KPU dan Bawaslu yang telah bekerja maksimal menjalankan amanat konstitusi. Ada 8.232.200 orang petugas KPU dan Bawaslu yang bekerja yang telah bekerja siang malam all out di 8.232.200 tps demi suksesnya pemilu," lanjutnya.

"Dirty vote merasa memiliki kebenaran absolud. Merasa paling pintar dan paling benar sendiri. Mereka harus ingat, rakyat punya akal sehat yang mampu membedakan mana madu dan mana racun. Secanggih apapun racun dikemas, itu tetaplah racun," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.