Akurat Logo

Salim Segaf Jalan Kaki 1,5 Jam ke JIS, Optimistis Perubahan Bakal Terjadi

Roni Anggara | 10 Februari 2024, 16:19 WIB
Salim Segaf Jalan Kaki 1,5 Jam ke JIS, Optimistis Perubahan Bakal Terjadi


AKURAT.CO Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al Jufri harus jalan kaki 1,5 jam untuk memasuki JIS, Sabtu (10/2/2024), mengampanyekan pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies-Muhaimin (Amin). Tingginya antusiasme rakyat menghadiri kampanye terakhir Amin, dianggap penanda bahwa rakyat merindukan perubahan.

Salim menilai perubahan bisa terjadi asalkan rakyat kompak bergandengan tangan. Dia meyakini Indonesia bisa berjalan ke arah yang lebih baik melalui perubahan.

"Perubahan harus segera terjadi demi masa depan bangsa yang lebih baik. Ketika saya akan masuk ke sini, saya merasakan jalan kaki selama 1,5 jam. Meskipun banyak peserta yang berjalan, semuanya nyaman dan tanpa keluhan. Ini adalah tanda bahwa perubahan akan terjadi di negeri ini dan dirasakan oleh semua," kata Salim, dalam orasinya di JIS.

Baca Juga: Tutup Kampanye di JIS, Cak Imin Titikan Air Mata

Dia berharap perubahan positif untuk bangsa bakal terjadi pada 14 Februari, atau hari pencoblosan. Selama ini, dia menilai, rakyat kecil menderita karena kebijakan perekonomian tidak pro-rakyat.

"Saudara sebangsa setanah air, perubahan tidak akan terjadi jika kita tidak bergandengan tangan. Selama 10 tahun, kita merasakan betapa sulitnya perekonomian. Kebijakan pemerintah dan legislasi yang tidak berpihak kepada rakyat kecil, ini harus mengalami perubahan," katanya.

Baca Juga: Timnas AMIN Pastikan Tak Ada Massa Bayaran di Kampanye Akbar

Salim mengingatkan, perubahan juga tidak bisa terjadi secara tiba-tiba. Harus ada landasan cinta Tanah Air untuk NKRI dan sesama.

"Kita harus siap mencintai Indonesia dengan segala suku, agama, dan kelompoknya. Kita juga harus menjaga alamnya. Kedua, kita harus siap membela NKRI bukan hanya sebagai slogan, tapi dari hati yang paling dalam," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.