Akurat Logo

Tidak Takut Pendukung Bentrok Saat Kampanye Akbar, Timnas Amin: Kami Cinta Damai

Paskalis Rubedanto | 8 Februari 2024, 19:40 WIB
Tidak Takut Pendukung Bentrok Saat Kampanye Akbar, Timnas Amin: Kami Cinta Damai


AKURAT.CO Pasangan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, akan melaksanakan kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS) pada 10 Februari mendatang.

Meski berbarengan hari, Tim Pemenangan Nasional Anies-Muhaimin (Timnas Amin) tidak takut terjadi bentrok massa pendukung.

Juru Bicara Timnas Amin, Indra Charismiadji, mengatakan, jarak antara JIS dan GBK cukup jauh sehingga bentrok pendukung dapat dihindari.

"Kami dari nol satu ini pecinta damai. Jarak JIS-GBK itu jauh banget. Kalau sampai bentrok berarti memang dikondisikan," katanya saat dihubungi Akurat.co, Kamis (8/2/2024).

Indra juga menyampaikan bahwa akan banyak pendukung serta simpatisan yang akan memenuhi JIS nantinya.

Baca Juga: Tak Dapat Tiket, Pendukung AMIN Tetap Bisa Hadiri Kampanye Akbar di JIS

"Kalau untuk kumpul akbar di JIS ya kejutannya kita lihat saja berapa banyak nanti simpatisan, relawan, pendukung, pemilih yang ingin perubahan. Itu kan kita bisa lihat nanti, kita bisa bandingkan antara yang di GBK dan antara yang di JIS seperti apa," jelasnya.

Menurut politisi Partai Nasdem itu, yang menjadi pembeda antara para simpatisan adalah pendukung pasangan nomor urut 1 tidak ada yang dibayar karena memang tidak ada alokasi anggarannya.

"Nah, bedanya di JIS ini sama sekali enggak ada yang bayaran karena kita enggak punya anggaran untuk bayar mereka," ujarnya.

"Dari berbagai daerah mereka akan hadir semuanya untuk mengusung perubahan," tandas Indra.

Baca Juga: Simbol Persatuan, Relawan Prabowo-Gibran Nyalakan 1.000 Lilin Cinta untuk Indonesia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.