Akurat Logo

Ketua DPR Persilakan Rakyat Nilai Posisi Jokowi, Benar atau Tidak?

Roni Anggara | 2 Februari 2024, 16:27 WIB
Ketua DPR Persilakan Rakyat Nilai Posisi Jokowi, Benar atau Tidak?

AKURAT.CO Ketua DPR Puan Maharani mempersilakan rakyat memberi penilaian kepada Presiden Jokowi, apakah bersikap patut selama tahapan Pemilu 2024, atau sebaliknya. Puan menyampaikan hal ini menanggapi munculnya petisi dari sejumlah kampus yang mengecam tingkah polah Jokowi.

Puan tak mau ikut menambah kritikan dari petisi yang disampaikan dua kampus di Yogyakarta yakni UGM dan UII. Malahan masyarakat sipil yang terdiri atas individu dan gabungan LSM juga menyampaikan petisi bernada kecaman kepada Jokowi.

"Biarlah rakyat yang menilai bagaimana seorang kepala negara itu memosisikan dirinya menjelang pemilu," kata Puan, di Banyumas, Jateng, Jumat (2/2/2024).

Baca Juga: Puan Tak Risau Jateng Diinvasi dari Segala Lini

Ketua DPP PDIP juga memberi jawaban serupa ketika disinggung apakah Jokowi telah berpihak dan berkampanye, dalam beberapa pekan terakhir. Puan meminta masyarakat memberi penilaian sikap Jokowi sudah seperti yang diharapkan atau sebaliknya.

Ketika disinggung mundurnya Mahfud MD sebagai Menko Polhukam, Puan menilai hal itu baik. Mahfud menunjukkan komitmen untuk fokus menjadi cawapres.

Baca Juga: Jalani Tugas Jokowi, Sri Mulyani Temui Puan

"Pak Mahfud sebagai cawapres tentu saja mempunyai komitmen bahwa akan fokus untuk bisa menjalankan semua program, visi, dan misi yang beliau akan lakukan,” katanya.

Secara terpisah, Presiden Jokowi menganggap munculnya petisi dari kalangan kampus merupakan bentuk dari hak kebebasan berpendapat. Jokowi tidak mau menimpali substansi petisi yang menekankan etika dan netralitas.

"Ya, itu hak demokrasi, setiap orang boleh berbicara, berpendapat, silakan," kata Kepala Negara.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.