Akurat Logo

Cegah Kecurangan, PDIP Siapkan 1,6 Juta Orang Saksi Saat Pemilu 2024

Paskalis Rubedanto | 30 Januari 2024, 18:27 WIB
Cegah Kecurangan, PDIP Siapkan 1,6 Juta Orang Saksi Saat Pemilu 2024

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan saat ini PDIP sudah menyiapkan 1,6 juta orang saksi untuk amankan suara di seluruh Indonesia.

"Terkait dengan saksi, kami sudah membangun sistem dalam Badan Saksi Pemilu Nasional. Saat ini sudah ada 1,6 juta saksi yang khusus dipersiapkan oleh PDIP," kata Hasto di Media Center TPN, Menteng, Jakarta, Selasa (30/1/2024).

Baca Juga: Polda Metro Jaya Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Pemilu 2024

"By name by address, dan dilengkapi sistem untuk mencegah berbagai bentuk kecurangan-kecurangan pemilu," tambahnya.

Pihaknya sudah banyak mendapatkan informasi dari kelompok-kelompok pro demokrasi terhadap potensi potensi kecurangan yang terjadi. Maka dari itu, saksi-saksi tersebut akan dijadikan garda terdepan untuk mengantisipasi potensi kecurangan tersebut.

"Misalnya di Jatim kepala daerah-kepala daerah kami ada yang ditelepon oleh oknum aparat yang kemudian meminta suara setiap TPS setiap desa dapat dikumpulkan 100 suara untuk partai yang dekat dengan kekuasaan," ucap Hasto.

Dia menjelaskan, tim hukum TPN Ganjar-Mahfud terus bergerak menyikapi terhadap berbagai bentuk intimidasi yang terjadi.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Bakal Terjunkan 11.385 Personel Amankan TPS Saat Pemilu 2024

"Dengan demikian saksi pemilu nanti punya tugas untuk mengawasi setiap suara rakyat. Dan gerakan gerakan dari sivil society kami sangat bersyukur karena akan membangun kekuatan jejaring kawal pemilu sampai tingkat TPS," beber Hasto.

"Sehingga, berbagai upaya membangun pemilu jurdil melalui pengawasan secara langsung oleh rakyat, oleh kelompok pro demokrasi dan juga oleh parpol akan dilakukan dengan sebaik-baiknya," pungkas Hasto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.