Terungkap! Ternyata Maruarar Sirait Hampir Dilantik Menjadi Menteri Jokowi, Gagal karena Megawati Enggak Setuju?
Atikah Umiyani | 22 Januari 2024, 14:37 WIB

AKURAT.CO Eks Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait mengungkap kisah kelamnya yang hampir dilantik menjadi Menteri Presiden Joko Widodo pada 2014, namun gagal karena ada pihak yang tidak setuju.
Mulanya, Maruarar atau akrab disapa Ara bercerita bahwa dirinya mendapat pesan dari staf kepresidenan untuk mengambil baju putih dan diumumkan menjadi menteri.
"Malam Minggu saya di sms dari staf istana, untuk besok ngambil baju putih, kemudian ngopi, dan diumumkan menjadi menteri," kata Ara dikutip dari video Total Politik, Senin (22/1/2024).
Saat itu, Ara masih belum tahu posisi menteri apa yang akan diberikan kepada dirinya. Ia pun langsung mengabarkan keluarganya dan mengunjungi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kemudian saya pagi-pagi, minggu ke Jakarta, kemudian sampai Jakarta saya kerumah, dari rumah saya pakai baju merah, terus saya datang ke tempat ibu Mega, di Teuku Umar di Menteng, tapi saya menunggu cukup lama, tidak bisa bertemu," ujarnya.
"Kemudian pak Jokowi telfon 'dimana?' Di rumah ibu Mega. 'Ketemu gak?' Enggak," sambungnya.
Karena tak berhasil menemui Megawati, Ara langsung dipanggil ke istana oleh Jokowi. Disitu, Jokowi menjelaskan bahwa ada pihak yang tidak ingin dirinya untuk dilantik menjadi menteri.
"Ada pak Jokowi, pak JK, saya tengah tengah duduk. Ya pak Jokowi mengatakan, ada pak JK, ada saksinya dua duanya, dan saya yakin orang yang kredibel untuk bicara. 'Kami mau melantik anda, tapi ada pihak yang tidak ingin anda dilantik'," ucap Ara meniru perkataan Jokowi.
Ara kemudian menanyakan kepada Jokowi mengapa dirinya dipanggil ke Istana jika masih ada urusan yang belum kelar. Jokowi kemudian menjabarkan beberapa alasannya.
Baca Juga: Pengakuan Tom Lembong yang Mengagumi Islam Meski Sudah Diketahui Keluarganya, Simak Alasannya!
"Kita pikir pasti setujulah mas Ara kan sudah sama-sama kampanye, anak pendiri PDIP, kemudian juga ketua DPP PDIP," ucap Ara lagi menirukan perkataan Jokowi.
Selepas mendapat jawaban tersebut, Ara langsung izin pamit untuk menjelaskan hal tersebut kepada orang tuanya yang baru saja menjalani operasi di Singapura. Namun, Ara ditahan oleh Jokowi, dan diajak makan bersama terlebih dahulu.
Atas peristiwa tersebut, Ara tetap mengambil hikmah dan meyakini bahwa rencana tuhan adalah yang paling baik.
"Saya pikir semua rencana tuhan baik, dan saya akan menghapus airmata anak-anak saya, anak saya nangis, sedih, tapi anak saya ada saksinya, semua ini rencana tuhan, dan tuhan pasti merencanakan yang terbaik buat kita, ya kita imani aja," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







