AKURAT.CO Istana menepis kabar yang menyebut anggota kabinet seperti Menkeu Sri Mulyani mundur, mendekati Pilpres 2024. Sebaliknya, seluruh anggota kabinet bekerja kompak hingga akhir pemerintahan periode kedua Presiden Jokowi.
Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana menegaskan kabar yang menyebut Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mundur dari kabinet, tidak benar. Dia meminta wartawan bertanya pada pihak yang melempar isu tersebut untuk memastikan kebenarannya.
"Terkait isu yang sengaja dilemparkan oleh beberapa pihak bahwa ada menteri yang siap mundur atau tidak nyaman dalam pemerintahan, tanyakan saja ke pihak-pihak yang melontarkan isu tersebut," kata Ari, melalui pesan singkat yang diterima wartawan, di Jakarta, Kamis (18/1/2024).
Baca Juga: Zulhas Tepis Sri Mulyani Mundur dari Kabinet
Dirinya menegaskan tidak ada keterbelahan dalam kabinet terkait Pilpres 2024. Seluruh menteri fokus memastikan program-program pemerintah berjalan hingga akhir masa jabatan Presiden Jokowi.
“Seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju tetap kompak dan solid membantu Presiden untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan sampai akhir masa jabatannya," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








