Akurat Logo

Sekjen PDIP: MK Saja Bisa Dimanipulasi Apalagi Lembaga Survei

Paskalis Rubedanto | 23 November 2023, 11:43 WIB
 Sekjen PDIP: MK Saja Bisa Dimanipulasi Apalagi Lembaga Survei

AKURAT.CO PDIP menyebut banyak lembaga survei yang mengalami intervensi menjelang Pemilu 2024. 

Salah satunya terkait pasangan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di sejumlah hasil survei yang sering kali kalah dukungan.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, membandingkan dengan kasus penyelewengan hukum di Mahkamah Konsitusi. Menurutnya, sekelas MK saja bisa dimanipulasi apalagi hanya lembaga survei.

"Kalau keputusan MK saja bisa diintervensi Istana, masak survei tidak. Caranya mudah. Di lokasi di mana sampel akan diambil lalu dibagi sembako dan beras, kan itu sudah ada beras bergambar Pak Prabowo dan Mas Gibran," katanya usai Rapat Konsolidasi PDIP di Bali, Rabu (22/11/2023).

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Punya Visi RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah, Begini Capaian Pemerintah Saat Ini

Meski demikian, Hasto meyakini pembagian beras atau sembako tidak membuat suara rakyat terbungkam. Sebab, rakyat akan melihat kepemimpinan itu dari pasangan Ganjar-Mahfud.

"Pak Ganjar, gubernur tercepat yang mengentaskan kemiskinan. Pak Ganjar bisa tidur di rumah-rumah rakyat untuk menyerap aspirasi dan apa yang dikehendaki oleh rakyat. Pak Ganjar itu menyelesaikan masalah dengan cepat, Pak Ganjar ini bisa gaspol. Mana yang lain, enggak punya energi. Jadi, perpaduan Pak Ganjar dan Mahfud adalah perpaduan energi untuk keunggulan Indonesia," paparnya.

Hasto menyampaikan, dalam demokrasi pentingnya karakter kepemimpinan. Dia meyakini Ganjar-Mahfud akan membawa Indonesia lebih unggul.  

Ditegaskannya, pasangan Ganjar-Mahfud merupakan kesatupaduan yang bisa membawa energi bagi keunggulan Indonesia.

Baca Juga: TPN Ganjar-Mahfud Diperkuat 690 Personel, Struktur Komplet Segera Diumumkan

"Syarat untuk lebih unggul, jangan sampai nepotisme, kolusi, korupsi come back. Maka ini yang jadi spirit kita semuanya untuk kita kawal. Sehingga Pak Ganjar-Mahfud itu bukan untuk PDI Perjuangan, apa lagi untuk keluarga. Ini untuk bangsa Indonesia," jelas Hasto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.