TKN Prabowo-Gibran: Anak Muda Harus Jadi Pelaku Utama, Bukan Komoditas Pilpres
Atikah Umiyani | 16 November 2023, 13:15 WIB

AKURAT.CO Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan pentingnya pelibatan anak muda dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Komandan Tim Fanta (Pemilih Muda) TKN Prabowo-Gibran, M. Arief Rosyid Hasan, menilai bahwa anak muda perlu menjadi pelaku utama dalam sistem politik. Tidak boleh hanya dijadikan komoditas dalam Pilpres 2024.
"Ini saatnya dukungan diekspresikan dengan penyerapan aspirasi. Orang muda harus jadi subjek politik, pelaku utama. Bukan hanya jadi komoditas dan menonton dari tepi arena," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/11/2023).
Pada masa kampanye capres-cawapres nanti, Arief mengatakan bahwa Tim Fanta akan merangkul 1.000 caleg dan satu juta relawan muda untuk mengelaborasi dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran.
"Hanya di pasangan Prabowo-Gibran ini kita melihat komitmen pelibatan orang muda dengan konkret dan terukur. Cawapres usia 36 tahun, pelibatan seribu caleg muda, satu juta relawan muda di berbagai provinsi serta 10 juta pemilih non-relawan yang akan bekerja berdedikasi tanpa pamrih," jelasnya.
Menurut ketua umum PB HMI 2013-2015 itu, tulang punggung kesuksesan Pilpres 2024 adalah memenangkan hati anak muda.
Terlebih, data KPU menyebutkan ada 107 juta pemilih muda atau 53 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT).
Karenanya, tambah Arief, Tim Fanta akan memaksimalkan potensi serta melibatkan semua segmentasi orang muda Indonesia dan diaspora di berbagai negara.
"Sekali lagi, tidak bosan-bosan saya sampaikan, generasi muda jangan hanya menjadi objek pembangunan, apalagi komoditas pilpres belaka. Generasi muda harus duduk sejajar menjadi subjek kebijakan dan menjadi bagian dari pembangunan," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







