Akurat Logo

Polling Institute: Suara PSI Terus Naik Setelah Kaesang Jadi Ketua Umum

Mukodah | 31 Oktober 2023, 20:32 WIB
Polling Institute: Suara PSI Terus Naik Setelah Kaesang Jadi Ketua Umum

AKURAT.CO Hasil survei terbaru Polling Institute, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menguat.

Penguatan elektabilitas partai berlogo mawar merah ini terjadi berkat sosok putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Survei Polling Institute dilakukan dalam rentang 25-28 Oktober 2023, menempatkan 1.207 responden melalui sambungan telepon, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Baca Juga: Sah, PSI Deklarasikan Dukungan Untuk Prabowo-Gibran

"Elektabilitas PSI menunjukkan pola peningkatan pasca-Kaesang menduduki posisi ketua umum, meski landau," kata peneliti Polling Institute, Kennedy Muslim, saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Peta Persaingan Elektoral Capres-Cawapres dan Parpol Pasca Penutupan Pendaftaran KPU’ secara virtual, Selasa (31/10/2023).

Jika pada awal Oktober 2023 elektabilitas PSI berada di angka 1,1 persen, jelang akhir bulan peningkatan menjadi 1,6 persen.

Yang menarik, peningkatan elektabilitas di PSI terjadi ketika PDI Perjuangan mengalami penurunan.

Kendati demikian, PDIP tetap menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi.

"Hingga saat ini, PDIP masih unggul atas partai-partai lainnya 22,2 persen, berikutnya Gerindra (15,8 persen), Golkar (8,1 persen), PKS (6,6 persen), PKB (5,1 persen), Nasdem (4,3 persen), Demokrat (4,3 persen), PAN (4 persen)," jelas Kennedy.

Baca Juga: Terima Kunjungan PSI, Golkar Optimistis Kaesang Kerahkan Dukungan Untuk Prabowo

Menurut Kennedy, dalam dua bulan terakhir tampak tren dukungan terhadap PDIP cenderung menurun. Sementara partai lain polanya cenderung stagnan, tidak banyak berubah.

"PSI menunjukkan pola peningkatan pasca-Kaesang menduduki ketua umum, meski landau," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK