Demokrat Pilih Prabowo, Tanda Hubungan SBY-Megawati Belum Harmonis?
Atikah Umiyani | 18 September 2023, 15:57 WIB

AKURAT.CO Tidak harmonisnya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri jadi faktor yang membuat Partai Demokrat lebih mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki menilai, sikap Demokrat yang tidak sedia mendukung Ganjar Pranowo bukan hanya disebabkan oleh perbedaan basis dukungan. Tapi juga karena hubungan SBY dengan Ketum PDI Perjuangan tersebut yang hingga kini masih belum pulih.
Diketahui, hubungan Megawati dan SBY sudah lama berjarak, bahkan sejak 2004 silam. SBY yang pernah masuk di kabinet Megawati, ternyata maju sebagai capres di Pilpres 2004 dan mengalahkan Megawati. Kejadian itu berlanjut ketika SBY kembali memenangkan Pilpres 2009.
"Ini tidak hanya perbedaan pendukung saja, tetapi juga belum harmonisnya hubungan SBY-Megawati," kata Analis politik Arifki Chaniago, saat dikonfirmasi, Senin (18/9/2023).
Baca Juga: Denny JA: SBY ‘All Out’, Prabowo Menang
Namun begitu, Arifki menilai pilihan Demokrat mendukung Prabowo adalah langkah yang tepat. Sebab, basis pemilih Prabowo tak jauh berbeda dengan basis pemilih Anies Baswedan, capres yang sebelumnya didukung Demokrat saat bergabung di Koalisi Perubahan.
"Dari dilema politik Partai Demokrat pasca keluar dari Koalisi Perubahan. Pilihan demokrat dukung Prabowo lebih strategis, dari pada ke Ganjar," ujarnya.
Menurutnya, para caleg Demokrat sempat terguncang saat Demokrat memilih menarik dukungan dari Anies. Sebab, banyak caleg yang memanfaatkan efek ekor jas Anies sebagai bahan kampanye.
Oleh sebab itu, Arifki menilai dukungan Demokrat ke Prabowo cenderung lebih aman ketimbang harus melompat ke Ganjar. Apalagi, ini bukan pertama kalinya bagi Demokrat mendukung Prabowo di pilpres.
"Dengan mendukung Prabowo, secara elektoral relatif aman bagi Demokrat karena pemilih Anies dan Prabowo relatif sama. Selain itu, Partai Demokrat juga berpengalaman mendukung Prabowo di Pilpres 2019," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








