Akurat Logo

Gerindra Ajak Warga NU Tak Golput, Jokowi-Prabowo Sudah Beri Contoh

Sudjarwo | 26 Mei 2023, 14:17 WIB
Gerindra Ajak Warga NU Tak Golput, Jokowi-Prabowo Sudah Beri Contoh

AKURAT.CO Partai Gerindra mengajak warga Nahdlatul Ulama untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 mendatang.

Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, menilai lebih baik beda pilihan dibanding golput. Apalagi bangsa ini sudah memiliki contoh yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang bisa bersatu setelah dua kali bertarung keras dalam pemilu.

Muzani menyatakan hal itu di sela-sela kegiatan menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil ambulans kepada Universitas Islam An Nur di Kota Baru, Lampung Selatan, dan memberi satu unit kendaraan operasional Lazis NU juga diberikan kepada pengurus NU Pringsewu pada Kamis (25/5/2023). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Muzani kepada konstituennya di Dapil Lampung II.

"Pak Prabowo dan Pak Jokowi telah memberi contoh tentang pentingnya mengutamakan persatuan demi keutuhan bangsa dan negara," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (26/5/2023).

"Yang penting jangan golput karena golput itu menunjukkan kita tidak memiliki keberpihakan atas hak kita sendiri," tutur Muzani.

Bantuan diberikan Muzani melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Dompet Dhuafa. Bantuan ini merupakan inisiatif Wakil Ketua MPR itu untuk membantu menjaga kualitas kesehatan kampus dan operasional Lazis NU.

Pada tahun politik ini, lanjutnya, masyarakat Lampung harus mampu membangun situasi kondusif, menjaga persatuan ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan.

"Itu adalah nilai luhur kita semua yang harus kita jaga bersama," kata dia.

Menurut Muzani, persatuan penting bagi pembangunan di sebuah negara. Dengan persatuan, maka perdamaian bisa tercipta, sehingga suasana kondusif dalam bermasyarakat bisa terjaga.

Dia membeberkan adanya negara yang tidak mampu menjaga persatuan dan tak mampu membangun peradaban dengan baik. Sudan, menjadi salah satu negara yang gagal memperkuat tali persaudararaan hingga terlibat konflik horizontal dengan korban rakyatnya sendiri.

"Sekarang di Sudan semua aktivitas ditutup karena ada peperangan di sana. Warga negara asing termasuk seluruh WNI saat ini dievakuasi karena suasannya sangat kacau dan tidak aman," kata dia.

Indonesia harus mampu menjaga persatuan pada tahun politik ini. Beda pilihan politik bukan alasan untuk bertikai, walaupun di Indonesia persatuan bisa mudah terjadi pada lingkungan elite, sedangkan level akar rumput masih membutuhkan waktu.

Muzani mengingatkan teladan yang diberikan Jokowi-Prabowo merupakan pedoman yang harus dipegang bangsa ini bahwa beda sikap politik bukan berarti tidak bisa bersatu. “Pilihan boleh berbeda tapi persatuaan dan persaudaraan harus tetap kita jaga," tutur Muzani.

"Itu pesan saya. Jadi jangan ada kisruh atau gontok-gontokan. Karena itu akan berakibat buruk pada masa yang akan datang. Para ulama dan kyai sudah susah payah menjaga persatuan ini," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.