Hasto Tanggapi Survei Ganjar di Pilpres 2029: Jangan Terjebak Euforia, Fokus Kerja untuk Rakyat
AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menanggapi munculnya nama Ganjar Pranowo dalam sejumlah survei terkait Pilpres 2029.
Ia meminta semua pihak tidak terjebak dalam euforia politik elektoral yang waktunya masih cukup jauh.
Menurut Hasto, fokus utama saat ini seharusnya adalah kerja nyata untuk rakyat, bukan membicarakan kontestasi pemilu yang masih beberapa tahun ke depan.
“Yang penting sekarang kerja untuk rakyat dulu. Pemilu masih jauh. Kita lihat apa yang terjadi di NTT, ada anak sekolah yang bunuh diri karena tidak bisa membeli alat tulis. Itu pukulan kemanusiaan bagi kita semua,” ujar Hasto kepada wartawan usai acara Soekarno Run di kawasan GBK Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi refleksi bahwa masih banyak persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik.
Hasto juga mengingatkan agar demokrasi tidak direduksi hanya sebatas agenda elektoral. Menurutnya, demokrasi harus dimaknai secara substansial dan berpihak pada kebutuhan rakyat.
“Jangan demokrasi elektoral ini membuat kita setiap hari hanya berbicara soal election. Lebih baik kita bicara demokrasi substansial, demokrasi untuk rakyat. Partai juga harus turun ke bawah untuk ikut mengatasi persoalan-persoalan itu,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa PDIP belum ingin berbicara jauh mengenai peta Pilpres 2029, termasuk soal dinamika nama-nama yang muncul dalam survei.
Baca Juga: Pakar Energi dari Berbagai Kampus Dukung Menteri Bahlil Bangun PLTN di Indonesia
Partai memilih menekankan agenda kerja dan tanggung jawab sosial-politik di tengah berbagai persoalan masyarakat.
Dalam sejumlah survei nasional yang dirilis sepanjang 2025 hingga awal 2026, nama Ganjar Pranowo kembali masuk dalam bursa calon presiden potensial 2029.
Beberapa lembaga survei menempatkan Ganjar dalam kelompok papan atas bersama sejumlah tokoh nasional lainnya.
Survei yang mengukur simulasi top of mind dan elektabilitas terbuka menunjukkan Ganjar masih memiliki tingkat pengenalan publik (awareness) yang tinggi, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian wilayah perkotaan.
Faktor pengalaman sebagai mantan gubernur dua periode serta eks kandidat Pilpres 2024 disebut menjadi modal politik yang membuat namanya tetap diperhitungkan.
Dalam beberapa simulasi head-to-head maupun semi-terbuka, elektabilitas Ganjar berada dalam rentang kompetitif, meski dinamika pilihan publik dinilai masih sangat cair.
Sejumlah peneliti politik juga menilai, terlalu dini membaca arah Pilpres 2029 mengingat konstelasi politik nasional masih dapat berubah, terutama setelah konsolidasi pemerintahan baru berjalan penuh.
Pengamat mencatat, survei-survei awal tersebut lebih mencerminkan tingkat popularitas dan memori publik terhadap figur-figur nasional, bukan peta koalisi maupun kekuatan riil partai menjelang tahapan resmi pemilu.
Baca Juga: Soroti Biaya Politik dan Polarisasi, Lembaga Survei Dukung Wacana Pilkada Tidak Langsung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








