Demokrat-PKS Gelar Silaturahmi, Sahabat Lama dari Pemerintahan SBY hingga Jokowi

AKURAT.CO DPP Partai Demokrat menggelar silaturahmi kebangsaan dengan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta. Silaturahmi kebangsaan ini diawali dengan proses pengenalan pengurus inti dari masing-masing partai, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa pertemuan ini sudah diniatkan jauh-jauh hari.
Dia menegaskan bahwa Partai Demokrat menganggap PKS sebagai sahabat lama. Dia kemudian mengenang masa-masa saat PKS ikut mengawal pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun.
Baca Juga: Kritik Gaya Kepemimpinan Ketua DPRD Jakarta, Demokrat: Ini Tontonan yang Tidak Mendidik
Bahkan, Partai Demokrat dan PKS juga kompak berada di luar pemerintahan selama 10 tahun kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)
"Karena bagi Partai Demokrat, PKS adalah sahabat dalam berdemokrasi. Tentu pernah bersama-sama di pemerintahan dulu selama 10 tahun 2004 hingga 2014 di bawah kepemimpinan Presiden SBY. Kemudian 10 tahun berada di luar pemerintahan," ujar AHY, Selasa (25/11/2025).
Saat ini, Partai Demokrat dan PKS sama-sama kompak untuk menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Unik! Komunitas Yahudi New York Dukung Zohran Mamdani, Calon Wali Kota Muslim dari Partai Demokrat
"Tentu semangatnya adalah membangun sinergi dan kolaborasi yang bisa membawa kemajuan atau progres sekaligus kami ingin mengawal menyukseskan berbagai program atau agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.
Selebihnya Partai Demokrat ingin terus menjaga hubungan yang baik dalam berbagai isu, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Bukan hanya isu-isu politik tapi yang lebih penting bagaimana kita terus mencari solusi agar ekonomi kita tumbuh dengan baik, kesejahteraan semakin dirasakan di seluruh negeri termasuk dalam sektor pembangunan infrastruktur," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







