Tuding KPK Ditunggangi Jokowi, PDIP Sama Saja Menyalahkan Diri Sendiri

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) dicap salah kaprah, karena menuding Joko Widodo (Jokowi) menunggangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengkriminalisasi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, lewat kasus korupsi.
Pengamat politik Citra Institute, Efriza, meyakini bahwa Jokowi sama sekali tak punya pengaruh terhadap KPK. Apalagi, Jokowi sudah tak lagi menjabat sebagai Presiden RI.
"Menuduh KPK sebagai edisi Jokowi itu amat salah kaprah. Sebab Jokowi sudah tak lagi menjabat presiden, jadi sudah pasti tidak punya pengaruh," kata Efriza kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (11/1/2025).
Baca Juga: Tuduhan PDIP Soal KPK Edisi Jokowi Tak Berdasar
Oleh karenanya, PDIP tidak sepatutnya semena-mena menyalahkan Jokowi usai Hasto ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, KPK berjuang atas dasar pemberantasan korupsi, bukan untuk kepentingan Jokowi.
"Orang-orang KPK terpilih juga tak mau membela kepentingan Jokowi, karena mereka pasti ingin sukses dalam jabatan mereka sebagai Pimpinan KPK dalam memberantas korupsi," ucapnya.
Efriza mengingatkan, PDIP juga berperan dalam menentukan siapa sosok yang layak untuk menjadi Ketua KPK. Sehingga, PDIP sama saja menyalahkan diri sendiri jika selalu menuding KPK ditunggangi Jokowi.
"Toh KPK yang memilih adalah DPR, yang jelas PDIP juga tentu punya pengaruh dalam memilih pimpinan KPK, artinya PDIP juga menyalahkan diri sendiri karena tak becus memilih pimpinan anti rusuah yang bisa mengedepankan kepentingan rakyatnya," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP bidang Reformasi Hukum, Ronny Talapessy, mengaku telah mendapat informasi bahwa Hasto Kristiyanto sudah ditarget agar ditahan sebelum pelaksanaan Kongres partai yang rencananya akan dilakukan tahun ini.
Baca Juga: KPK Siap Hadapi Praperadilan Hasto Kristiyanto, Langkah Hukum Adalah Hak Tersangka
Ronny juga menyebut KPK saat ini sebagai KPK Edisi Jokowi, karena bertindak atas kemauan Jokowi.
"Sehari sejak dilantik, KPK edisi Jokowi langsung bekerja menjalankan agenda kriminalisasi, dalam bentuk pemidanaan yang dipaksakan, terhadap PDI Perjuangan melalui Sekjen Hasto Kristiyanto karena bersuara kritis terhadap kerusakan demokrasi yang dilakukan Jokowi," ucap Ronny, Kamis (9/1/2024).
"KPK Edisi Jokowi ini tidak akan menggubris dan menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat sipil terhadap dugaan pencucian uang, penyelundupan nikel mentah, skandal ijin tambang blok medan, yang diduga melibatkan Bobby Nasution dan keluarga Jokowi lainnya," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel
- 10Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati







