Wacana PDIP Gabung Pemerintah Cuma Basa-Basi, Megawati Tak Tergiur Jatah Satu atau Dua Menteri

Pengamat politik, Ray Rangkuti meyakini bahwa PDIP akan tetap menjadi oposisi atau berada di luar pemerintahan Prabowo.
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pun tidak akan tergiur dengan tawaran satu atau dua kursi menteri.
"Itu basa-basi saja, enggak (akan gabung pemerintah). Selama Ibu Mega di situ itu yakinlah Ibu Mega enggak akan melakukan itu," kata Ray, saat dihubungi Akurat.co, Kamis (26/9/2024).
Menurutnya jika PDIP mengincar kekuasaan, maka semestinya PDIP sudah dari awal mendukung wacana Presiden Joko Widodo tiga periode.
Namun nyatanya PDIP justru menolak adanya wacana tersebut.
Ray menilai, hal ini sebagai tanda bahwa PDIP di bawah komando Megawati masih berkomitmen dan memegang teguh apa yang menjadi nilai-nilai ideologinya.
Baca Juga: Komisi II DPR Serukan Kampanye Pilkada Damai, Paslon Diminta Junjung Tinggi Etika dan Integritas
"Kalau dia mau kekuasaan kan dia dukung saja tiga periodenya Pak Jokowi kemarin. Apalagi cuma urusan satu-dua kursi menteri. Ya kan kalau kemarin itu dia dukung tiga periodenya lebih dari satu menteri," jelasnya.
Ia juga melihat PDIP tidak akan keberatan jika harus beroposisi seorang diri.
Justru, hal itu akan membuat taring PDIP lebih terlihat.
"Kita percayalah sama Ibu Mega enggak akan serendah itu. PDIP beroposisi itu kan rasa tiga atau empat partai," kata Ray, yang juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR, Puan Maharani, memberi sinyal bahwa partainya akan bergabung ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Puan mengatakan, hal itu bukanlah tidak mungkin karena PDIP sendiri tidak ada rekam jejak bermusuhan dengan Prabowo.
"Insya Allah, tidak ada yang tidak mungkin," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (24/9/2024).
Baca Juga: MU Imbang Lawan Twente di Old Trafford, Erik Ten Hag Sebuat Ia dan Pemainnya Harus 'Bercermin'
Puan juga memastikan bahwa komunikasi dengan Prabowo selalu terjalin, bahkan sejak Pemilu dan Pilpres 2024 lalu.
"Selalu berkomunikasi dari sejak selesai pemilu selalu berkomunikasi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







