Akurat Logo

Pramono Anung Dengar Langsung Keluhan Warga Jakarta: Dari Ojek Online hingga Difabel

Paskalis Rubedanto | 2 September 2024, 17:21 WIB
Pramono Anung Dengar Langsung Keluhan Warga Jakarta: Dari Ojek Online hingga Difabel

AKURAT.CO Calon gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengumpulkan sejumlah warga dari berbagai kalangan dalam upaya mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.

Kegiatan yang dikenal sebagai "belanja masalah" ini diadakan untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat.

Pramono bersama timnya mengundang warga Jakarta dari berbagai latar belakang, seperti seniman, pengemudi ojek online, penyandang disabilitas, sopir, dan lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keprihatinan dan kebutuhan mereka.

Baca Juga: Harga iPhone 15 di Indonesia Turun Menjelang Rilis iPhone 16

"Hari ini kami bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari UMKM, difabel, seniman, sopir, pengemudi ojek online, hingga pemain musik keroncong. Kami mendengarkan semua aspirasinya. Saya memang ingin 'belanja masalah' untuk mendapatkan masukan seluas-luasnya mengenai persoalan yang terjadi di lapangan," ujar Pramono di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2024).

Pramono menambahkan, warga yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Jakarta, seperti Petamburan, Tanah Abang, dan Pasar Baru.

Menurutnya, kehadiran warga dari berbagai daerah ini penting untuk mendapatkan variasi masukan yang lebih kaya.

"Kami menerima masukan dari berbagai wilayah, seperti Petamburan, Tanah Abang, dan Pasar Baru. Ini sangat memperkaya saya secara pribadi untuk lebih memahami persoalan di Jakarta," jelasnya.

Baca Juga: Bertemu Wapres Zimbabwe, Jokowi Jajaki Kerja Sama Penambangan Litium

Dalam pertemuan tersebut, Pramono mengaku terkejut dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh warga.

"Hari ini kami benar-benar 'belanja masalah' dan saya kaget karena lebih dari 12 orang mengajukan pertanyaan yang sangat mendalam. Salah satunya dari seorang sopir truk trailer di Tanjung Priok yang menanyakan cara mengatasi premanisme dan masalah lain," ungkap Pramono.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, menurut Pramono, membuka wawasannya terhadap masalah-masalah mendasar yang dihadapi warga Jakarta sehari-hari.

"Pertanyaan-pertanyaan ini sangat mendasar dan menjadi bahan pemikiran bagi saya. Apa yang saya dapatkan hari ini sangat berarti," tutup Pramono.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.