Akurat Logo

Cak Imin Kenang Perbedaan Pandangan dengan PBNU, Soroti Pentingnya Saling Menghormati

Dwana Muhfaqdilla | 11 Agustus 2024, 19:09 WIB
Cak Imin Kenang Perbedaan Pandangan dengan PBNU, Soroti Pentingnya Saling Menghormati

AKURAT.CO Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, mengenang masa lalu ketika dirinya sering memiliki pandangan berbeda dengan Ketua Umum PBNU 2000-2010, K.H. Hasyim Muzadi.

Meski berbeda pandangan, Cak Imin menegaskan bahwa hubungan antara PKB dan PBNU tetap dilandasi rasa saling menghormati.

"Almarhum Kyai Hasyim Muzadi, Ketum PBNU, sekeras apa pun perbedaan pandangan dengan saya, hingga beda pilihan dalam Pilpres pun, tetap sama-sama menghormati PBNU dan DPP PKB sebagai organisasi dan parpol masing-masing yang dijamin konstitusi negara," ungkap Cak Imin melalui cuitan di akun X miliknya, @cakimiNOW, Minggu (11/8/2024).

Baca Juga: Megawati Umumkan Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP di Hari Pramuka

Cak Imin juga mengungkapkan hal serupa terjadi dengan Ketua Umum PBNU 2010-2021, K.H. Said Aqil Siroj. Meskipun terdapat perbedaan pandangan, terutama dalam Pilpres, PKB dan PBNU tetap menghormati otoritas masing-masing.

"Kyai Said Aqil, Ketum PBNU, sedekat apa pun hubungan dengan saya, maupun sekeras apa pun perbedaan, termasuk saat Pilpres, tetap masing-masing menghormati otoritas PBNU dan DPP PKB sebagai lembaga yang dijamin konstitusi negara," jelasnya.

Menurut Cak Imin, perbedaan pandangan antara PBNU dan PKB tidak pernah menyebabkan keduanya mengganggu hak dan kewajiban masing-masing.

Ia menekankan, baik Kyai Hasyim maupun Kyai Said memahami dengan jelas kewajiban dan hak masing-masing dalam memperjuangkan keyakinan dan ke-NU-an, meskipun terkadang pandangan mereka bisa berbeda.

Baca Juga: Cara Memantau Pengguna WiFi di HP Android

“Kami semua, baik Kyai Hasyim maupun Kyai Said, tahu persis kewajiban dan hak masing-masing dalam memperjuangkan keyakinan dan ke-NU-an yang setiap saat bisa berbeda dan bisa sama,” tambahnya.

Cak Imin pun berharap agar langkah-langkah yang diambil selalu mendapatkan bimbingan dan ridha dari Allah. "Semoga Allah senantiasa membimbing dan meridhoi langkah kita semua," tutupnya.

Di tengah kenangan ini, konflik antara PKB dan PBNU semakin memanas akhir-akhir ini. PBNU bahkan secara terbuka menyatakan keinginan untuk "merebut kembali" PKB yang dianggap sebagai bagian sah dari PBNU.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyebut bahwa PBNU sedang mempertimbangkan untuk membentuk tim lima atau panitia khusus guna mewujudkan wacana tersebut.

Baca Juga: Sobat Gamers Bisa Mampir ke Storediamond.id, Website Top Up Game Termurah di Indonesia

"PBNU sedang berdiskusi. Jika diperlukan, pembentukan tim lima akan segera dilakukan. Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris. Ada tanda-tanda mereka akan membawa lari dari sejarah berdirinya PKB,” ujar Saifullah dalam keterangannya, Jumat (26/7/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.