Akurat Logo

PKB Ingatkan PBNU untuk Tetap Berada di Jalur Ormas Agama

Paskalis Rubedanto | 6 Agustus 2024, 21:52 WIB
PKB Ingatkan PBNU untuk Tetap Berada di Jalur Ormas Agama

AKURAT.CO Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk tetap berada di jalur sebagai organisasi masyarakat (ormas) agama, bukan terlibat dalam ranah politik.

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa PKB dan PBNU adalah dua entitas yang berbeda dan harus menjalankan perannya sesuai dengan amanah konstitusi.

“PBNU dan PKB adalah dua entitas yang berbeda. PBNU satu entitas, PKB satu entitas. Mari kita jaga jarak sesuai dengan konstitusi. Jadi, PBNU dan PKB tidak ada hubungannya, dua entitas yang berbeda," ujar Jazilul kepada wartawan di Kantor DPP PKB, Jakarta, pada Selasa (6/8/2024).

Baca Juga: Peringati HUT RI, Pengusaha Lokal Bangka Bagikan Sembako ke Warga Kurang Mampu

Jazilul menjelaskan bahwa PBNU diatur oleh Undang-Undang Ormas, sedangkan PKB diatur oleh undang-undang partai politik, sehingga masing-masing harus menjaga jarak sesuai jalur masing-masing dan tidak membuat kericuhan.

“Yang satu diatur oleh Undang-Undang Ormas, yang satu diatur oleh parpol. Jaga jarak sesuai jalur masing-masing. Jangan bikin kisruh," sambungnya.

Lebih lanjut, Jazilul menekankan bahwa tidak ada hubungan antara PKB dan PBNU. Ia menyatakan bahwa ketegangan yang muncul disebabkan oleh pihak-pihak tertentu yang membuat situasi kisruh.

“Orang tidak ada hubungan, kok panas. Ya karena ada yang membuat kisruh," tegasnya.

Jazilul juga menuding pernyataan Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), sebagai penyebab ketegangan, karena dinilai bertentangan dengan aturan PBNU sebagai ormas.

Baca Juga: Apa yang Menjadi Alasan Para Pemuda Menentukan Bahasa Nasional?

“Gus Ipul yang menyampaikan pembentukan tim untuk mengambil alih PKB, itu kan bikin kisruh. Itu bertentangan dengan aturan ormas dan aturan partai politik," katanya.

Dia menambahkan bahwa Nahdlatul Ulama, berdasarkan Khitah 1926, seharusnya fokus pada jalur keagamaan dan kemasyarakatan tanpa terlibat dalam politik.

“Nahdlatul Ulama dikenal dengan Khitah 1926, bahwa NU ada di jalur keagamaan dan kemasyarakatan. Jangan cawe-cawe di politik," tambah Jazilul.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan komunikasi antara PKB dan PBNU, Jazilul meminta PBNU untuk mencabut pernyataan yang dianggap menjatuhkan marwah partainya. "Cabut dulu pernyataan yang tidak jelas," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.