Akurat Logo

NasDem Masih Ragu Dukung Anies, PKB Akui Belum Ada Koalisi yang Paten di Jakarta

Atikah Umiyani | 30 Juli 2024, 20:43 WIB
NasDem Masih Ragu Dukung Anies, PKB Akui Belum Ada Koalisi yang Paten di Jakarta

AKURAT.CO Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merespons sikap Partai NasDem, yang nampaknya masih ragu-ragu untuk mendukung Anies Baswedan dalam menghadapi Pilkada Jakarta 2024.

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, mengakui saat ini memang belum ada koalisi yang pasti dalam Pilkada Jakarta. Sehingga, dukungan partai-partai kepada Anies juga masih bisa berubah-ubah hingga proses pendaftaran pada Agustus mendatang.

"Ya makanya dinamikanya kita tunggu lah, sampai ada koalisi yang paten. Ini di DKI ini tidak ada satu koalisipun yang paten. Pokoknya enggak ada yang paten saja," kata Jazilul kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7/2024).

Baca Juga: NasDem Masih Setengah Hati Dukung Anies: Rekomendasi Bukan Berarti Akan Didaftarkan

Menurutnya, saat ini partai-partai yang akan mendukung Anies masih dalam proses pengerucutan koalisi. "Artinya ini menuju pengkristalan koalisi. Bahwa ada dukungan ke pak Anies iya PKB, PKS, NasDem sudah," ujarnya.

Sementara itu, Jazilul juga belum memikirkan bagaimana jadinya jika nanti NasDem menarik dukungan dari Anies. Dia hanya menegaskan, saat ini semua kemungkinan masih terbuka.

"Nanti lah pada saatnya kita pikirkan, kalau sekarang kan otak-atik otak-atik, hitung sana tambah sana, kurang sini, ditambah dari sebelah, semuanya otak atik dan di dalam politik biasa otak-atik itu. Makanya mendekati waktu limit, nanti akan lebih terlihat," pungkasnya.

Sebagai informasi, Partai NasDem nampaknya masih setengah hati dalam mendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024. Meski sudah memberi rekomendasi, namun masih terbuka peluang Anies tidak didaftarkan.

Sebagaimana hal itu itu disinggung oleh Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Dia menyatakan, rekomendasi bukanlah sebuah kepastian bagi sosok untuk bisa melaju di Pilkada 2024.

"Kuncian itu nanti setelah dia mendaftarkan. Jadi ini jangan kecele, rekomendasi bisa saja dikasih tapi tahu-tahu enggak didaftarin. Bisa dicabut, bisa saja tidak dilanjutkan untuk pendaftaran," kata Sahroni kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.