Akurat Logo

PDIP Masih Hitung-hitungan Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

Paskalis Rubedanto | 10 Juni 2024, 17:34 WIB
PDIP Masih Hitung-hitungan Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

AKURAT.CO DPP PDIP masih hitung-hitungan untuk mengusung Anies Baswedan, di Pilkada Jakarta 2024. Meski nama mantan gubernur Jakarta masih seski di warga jakarta, namun hal itu belum bisa dijadikan patokan untuk partainya bisa mengusung Anies.

"Kemarin itu Pak Anies hampir mengimbangi pasangan 02 ya di (pemilu) presiden di Jakarta. Betul tidak? Kalau saya tidak salah, tertinggal tidak terlalu jauh. Nah ini mungkin perhitungannya bahwa kalau misalnya Pak Anies kan mantan pasangan (capres) 01 yah dengan kita 03 tentu suaranya lebih tinggi daripada 02. Tapi apakah hitungan matematik itu bisa berjalan seperti itu juga di Jakarta? Kan belum tentu," kata Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/6/2024).

Meski demikian, lumbung suara Anies belum tentu bisa sama besarnya seperti pilpres lalu jika dipasangkan dengan PDIP.

Baca Juga: PDIP dan PKB Buka Peluang Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, Tapi…

"Dalam politik benar, yang tidak mungkin hanya menghidupkan orang mati, apa saja masih memungkinkan. Tetapi ini kan harus dihitung betul. Nah, inilah yang sedang kami hitung betul, bahwa peluang itu ada yes, tapi apakah itu pasti terjadi?" tuturnya.

Selain itu, DPP PDIP juga harus melibatkan anak ranting partainya, apa benar setuju jika PDIP mengusung Anies di Pilkada 2024. Terlebih lagi, saat ini PDIP menginginkan kadernya untuk dijadikan calon gubernur, bukan Anies.

Sedangkan nama-nama yang disaring PDIP saat ini tidak mungkin untuk menjadi calon wakil gubernur, karena kelasnya sudah nasional. Seperti mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Jadi benar-benar ini masih dihitung untuk Jakarta karena calon-calonnya itu memang mempuni. Ada Bu Tri Risma, ada Mas Andika, ada Ahok. Nah Ahok, Pak Ahok, Pak Basuki Tjahaja Purnama secara aturan kan kemungkinan tidak bisa kan karena beliau sudah pernah jadi gubernur dan begitu, dan masa yang kemarin bersaing kemudian ini bersama-sama, ya bukan tidak mungkin tapi secara hukumnya itu kecil sekali karena tidak dimungkinkan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.