Survei Indikator Politik: 71,8 Persen Masyarakat Percaya MK Keluarkan Putusan Adil Terkait PHPU

AKURAT.CO Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, kembali merilis hasil survei tentang persepsi publik atas penegakan hukum, sengketa pilpres, dan isu terkini pasca pilpres.
Dalam surveinya, Indikator menanyakan pertanyaan kepada responden, apakah percaya bahwa hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutus putusan yang adil terkait sidang sengketa hasil pemilu.
“Dari pertanyaan ini semua responden itu mengatakan itu 71,8 persen percaya MK akan mengambil putusan yang adil terkait dengan putusan KPU, kemudian 21 tidak percaya,” kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhananuddin Muhtadi, dalam paparannya secara daring, Minggu (21/4/2024).
Baca Juga: Heboh Motor PCX 160 ABS Tertukar, Ini Penyebab dan Solusinya
Dari total responden yang menjawab, Burhanuddin mengatakan, mayoritas basis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD menjawab percaya, sedangkan basis Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar imbang antara percaya dan tidak percaya.
Sebagai informasi, survei tersebut dilakukan selama dua hari, yakni 4 hingga 5 April 2024, dengan metode Random Digit Dialing (RDD) sebanyak 1201 responden. Serta margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi bakal menggelar pembacaan putusan perkara perselisihan hasil pemilihan umum atau sengketa hasil Pilpres 2024, pada Senin (22/4/2024) mendatang. Pembacaan putusan itu akan digelar dalam sidang pleno yang bersifat terbuka untuk umum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









