Bakal Lanjutkan Pemerintahan Jokowi, Prabowo-Gibran Dinilai Tak Perlu Tim Transisi

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menilai paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak perlu membentuk rumah atau tim transisi untuk menyiapkan pemerintahan yang akan datang.
Doli mengatakan, Prabowo-Gibran adalah paslon yang mengusung keberlanjutan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga, dia menilai tidak ada urgensi untuk membentuk rumah atau tim transisi.
Baca Juga: Tidak Ada Urgensi Bentuk Rumah Transisi, TKN: Prabowo Sudah di Pemerintahan, Tinggal Lanjutkan Saja
"Jadi sebetulnya apa yang nanti akan dikerjakan oleh pak Prabowo dan pak Gibran ini adalah lanjutan dari program-program yang sudah dicanangkan pak Jokowi. Jadi karena berdasarkan itu maka rasanya tidak perlu ada tim transisi," kata Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2024).
Apalagi, Prabowo beserta pimpinan parpol pengusungnya banyak yang masih duduk dalam kabinet Jokowi. Seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Sehingga, Doli menilai pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan datang bisa langsung melanjutkan pemerintahan Jokowi tanpa harus membuat tim transisi.
"Karena toh juga pak Prabowo sekarang juga masih ada di kabinetnya pak Jokowi. Semua pimpinan koalisi pendukung pak Prabowo-Gibran juga masih ada di kabinet pak Jokowi, jadi itu langsung berjalan saja," pungkasnya.
Sebelumnya, usulan pembentukan rumah transisi itu datang dari Ketua Gen Kami (Komunitas Aktivis Milenial Indonesia), Ilham Latupono.
Di mengatakan, saat ini masyarakat menunggu Prabowo-Gibran merealisasikan janjinya untuk merangkul semua unsur dan kekuatan demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Terlebih, saat ini muncul ragam wacana terkait pembentukan pemerintahan baru yang akan dilantik pada Oktober 2024. Seperti ide membentuk Koalisi Besar dan menjadikan Presiden Jokowi sebagai Ketua Koalisi Besar pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Namun dua wacana itu terlalu mengawang. Sebaliknya, membentuk Rumah Transisi jelas lebih konkret, seperti dilakukan Jokowi-JK pasca-Pilpres 2014 untuk memperlancar transisi pemerintahan," ujar Ilham kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/3/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 4Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 5Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot






