AKURAT.CO Aplikasi Sirekap terlihat jauh berbeda dari yang seharusnya dijanjikan oleh sistem yang berharga total miliaran rupiah.
Seperti yang diutarakan oleh pakar telematika, Roy Suryo, kini Sirekap tak ubahnya hanya seperti Google Form yang hanya bisa menampilkan data pasif.
“Sirekap terbongkar, pemilu bisa ambyar. Kini Sirekap tak ubahnya hanya seperti Google Form, yang bisanya hanya menampilkan data pasif berupa foto hasil capture (form) C (atau) hasil yang diunggah oleh para KPPS ke situs KPU saja,” kata Roy berdasarkan keterangannya, Rabu (13/3/2024).
Menurutnya, hal ini teramat sangat memalukan. Sebab, situs IT KPU yang menjadi kebanggaan nasional dan berbiaya mahal tersebut, seharusnya bisa menampilkan kecanggihan teknologi karya anak bangsa.
“Apalagi disebut-sebut buah karya kampus yang menjadi kebanggaan teknologi Indonesia, tempat presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, pernah mengenyam pendidikan di sana (ITB),” tutur mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini.
Lebih lanjut, Roy menegaskan kebodohan atau kekonyolan pada aplikasi Sirekap, sudah berulang kali terjadi. Seperti pada Optical Character Recognizer (teknologi untuk mengekstrak teks dari gambar) dan Optical Mark Reader (proses menangkap data dari formulir dokumen) yang diterapkan di Sirekap.
Dua teknologi tersebut bisa membuat kesalahan, karena berpotensi algoritma otomatisnya salah dalam membaca data pada formulir. Alhasil angka bisa bertambah secara otomatis dan tidak sesuai dengan data yang sebenarnya.
Baca Juga: All England Terbuka: Kegagalan di Prancis Bikin Jonatan Termotivasi Kalahkan Chou Tien Chen
“Adanya Json-Script yang disebut-sebut bisa ‘mengunci angka’ di kisaran tertentu, hingga Meroketnya perolehan angka partai tertentu disaat volatilitas atau tren statistik sudah seharusnya melandai,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








