Akurat Logo

Jaga Kekuatan Parlemen Selanjutnya, Prabowo Diimbau Tidak Harus Ajak Gabung PDIP

Paskalis Rubedanto | 19 Februari 2024, 18:09 WIB
Jaga Kekuatan Parlemen Selanjutnya, Prabowo Diimbau Tidak Harus Ajak Gabung PDIP

AKURAT.CO Kemenangan sementara Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024, semakin menandakan ancang-ancang PDIP untuk oposisi selama lima tahun ke depan.

Pakar politik dari Badan Research dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli menilai, Prabowo tidak harus mengajak PDIP untuk bergabung dalam koalisi pemerintah, karena penting menjaga kekuatan di DPR RI.

Baca Juga: Nasdem Berpotensi Gabung Koalisi Prabowo-Gibran, PDIP: Pemilu Belum Selesai

Di mana fungsi DPR RI adalah mengawasi pemerintahan agar berjalan dengan baik. Sehingga jika semua partai kuat pro pemerintah, maka dampak buruk akan menimpa demokrasi.

"Sebaiknya Prabowo tidak harus mengajak bergabung PDIP dan juga partai lainnya. Ini penting untuk menjaga keseimbangan kekuatan di parlemen," ujar Romli kepada Akurat.co, Senin (19/2/2024).

"Jika semua partai bergabung, kontrol dan pengawasan parlemen atas pemerintahan tidak efektif. Dampaknya pada perkembangan demokrasi yang bisa lumpuh," tambah Romli.

Menurutnya, cukup seperti pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja semua partai dominasi pro pemerintah di parlemen.

"Sudah cukup pada masa Jokowi yang membuat parlemen tidak berdaya karena kekuatan pendukung pemerintah mayoritas mutlak," ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Klaim RSPPN Jadi Rumah Sakit Militer Terbesar di Indonesia

Dia berharap PDIP bisa konsisten oposisi kuat di parlemen, agar bisa mengontrol kuat jalannya demokrasi di masa depan.

"Saya berharap agar oposisi kuat di parlemen, PDIP dan partai yang lainnya lebih baik tidak bergabung dengan koalisi pemerintahan agar ada kontrol yang kuat," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.