Akurat Logo

Atas Permintaan Rakyat, PDIP Bakal Gelar Kampanye Akbar di GBK

Paskalis Rubedanto | 30 Januari 2024, 16:40 WIB
Atas Permintaan Rakyat, PDIP Bakal Gelar Kampanye Akbar di GBK

AKURAT.CO Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), akan menggelar kampanye akbar karena permintaan rakyat yang masif untuk berkumpul di Ibu Kota.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, memaparkan rencana kampanye akbar paslon nomor urut 3 itu akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 3 Februari 2024.

Hasto menjelaskan kampanye yang diikuti paslon dan para pimpinan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud itu dengan hiburan band Slank bertajuk Hajatan Rakyat.

Baca Juga: Bawaslu Minta Pencopotan APK Paling Lambat Satu Hari Sebelum Pemungutan Suara

"Konser salam metal 3 Februari 2024, jam 3 untuk coblos paslon nomor 3, Ganjar-Mahfud, bertempat di GBK," kata Hasto di Media Center Cemara, Selasa (30/1/2024).

Dalam kesempatan yang sama, politisi senior PDIP Aria Bima mengatakan, selama Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berkampanye, banyak masyarakat yang menginginkan kampanye akbar juga dilakukan di Jakarta.

“Maka dari itu dari perputaran inilah respon yang demikian positif, kehendak yang ingin berkumpul dengan jumlah yang lebih besar di Ibu Kota negara ini menjadi sesuatu kehendak yang kita salurkan pada pertemuan 3 Februari dengan tema Hajatan Rakyat, ini rakyat yang berkehendak, rakyat yang ingin kumpul bareng,” beber Aria.

Baca Juga: Sukses Jadi Kang Ji Won di Marry My Husband, Ini Daftar 20 Drama Korea Park Min Young Paling Bikin Penasaran!

Mereka juga menginformasikan, kampanye akbar tersebut akan dihadiri oleh ratusan ribu organ relawan serta masyarakat umum.

Kendati demikian, belum ada informasi lebih lanjut mengenai tamu undangan dan detil rangkaian acara, namun yang pasti Ganjar-Mahfud akan hadir di acara tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.