AKURAT.CO Niat mundur Mahfud MD dari jabatan Menko Polhukam harus diantisipasi Presiden Jokowi untuk menyiapkan kandidat pengganti. Eks Ketua MK Jimly Asshiddiqie dan eks Menkumham Yusril Ihza Mahendra dianggap layak jadi suksesor.
Pengamat politik, Ujang Komarudin mengatakan, Jimly dan Yusril punya kapasitas menjabat menteri. Keduanya juga memiliki rekam jejak panjang.
"Kalau memang prof Mahfud MD mundur dari jabatan menko polhukam yang tepat untuk menggantikannya itu ada dua orang. Pertama prof Jimly Asshiddiqie dan yang kedua prof Yusril Ihza Mahendra," kata Ujang saat dihubungi Akurat.co, dari Jakarta, Jumat (26/1/2024).
Baca Juga: Mahfud Belum Mundur Hari Ini
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menilai, kapasitas Jimly dan Yusril tidak perlu diragukan. Terlebih keduanya bukan nama baru di bidang politik atau hukum maupun Keamanan.
"Keduanya sama kualitasnya, orang-orang hebat. Artinya kalau Prof Mahfud MD mundur, keluar dari kabinet maka bisa digantikan oleh Prof Jimly maupun Prof Yusril," ujarnya.
Baca Juga: Mahfud Belum Mundur karena Terhalang 2 Agenda Strategis
Lebih lanjut, Ujang mengingatkan pergantian menteri di dalam kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Artinya, kalaupun Yusril yang dipilih menggantikan Mahfud hal itu merupakan pilihan presiden yang perlu dihormati.
"Prof Mahfud MD menteri bukan dari partai politik, artinya menteri non parpol ya, kalau menteri non parpol suka-suka Jokowi, karena hak preogratif, tapi kalau dari parpol biasanya penggantinya dari parpol lagi," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









