Akurat Logo

Hasto Ungkap Alasan Jokowi Buntuti Kampanye Ganjar ke Sejumlah Tempat, Ternyata Gara-gara Ini

Paskalis Rubedanto | 26 Januari 2024, 04:00 WIB
Hasto Ungkap Alasan Jokowi  Buntuti Kampanye Ganjar ke Sejumlah Tempat, Ternyata Gara-gara Ini

AKURAT.CO Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, semakin yakin alasan di balik Presiden Jokowi membuntuti rute kampanye Ganjar Pranowo yakni keberlanjutan kekuasaan.

Hasto menganggap, Jokowi semakin menunjukan kalau dirinya ingin berkuasa selama tiga periode, menggunakan paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Maka dari itu, kata Hasto, masuk akal jika Jokowi sering kali membututi rute kampanye Ganjar, seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan lain sebagainya. 

Baca Juga: KPU Bela Jokowi, Minta Masyarakat Baca UU Pemilu soal Presiden dan Menteri Boleh Ikut Kampanye

“Karena ambisi 3 periode tersebut maka kini rakyat paham, mengapa Pak Jokowi sampai begitu bersemangat membuntuti kampanye Pak Ganjar Pranowo, khususnya di Jateng, Jatim, Lampung, dan NTT,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (25/1/2024).

Ia yakin Ganjar dan Mahfud MD yang memang dekat dengan rakyat membuat Jokowi takut jagoannya kalah di Pilpres 2024.

Selain itu, Hasto menyinggung tentang sepertiga pengendali perekonomian Indonesia, yakni pengusaha-pengusaha besar dikerahkan untuk mendukung Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Dicap Cerminan Jokowi Tiga Periode, Sekjen Gerindra: Tidak Berdasar

“Sebab Ganjar Pranowo itu Presiden rakyat, dekat dengan wong cilik, memiliki program  rakyat miskin yang diterima luas, dan menampilkan model kepemimpinan yang menyatu dengan rakyat, ditambah ketegasan Prof Mahfud MD,” beber Hasto.

“Itulah yang ditakutkan dari Ganjar-Mahfud, sampai lebih sepertiga pengusaha penyumbang perekonomian nasional pun dikerahkan untuk dukung Paslon 02,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.