Akurat Logo

Ahmad Ali Tepis Omongan Hasto Soal Intimidasi Pemilu

Paskalis Rubedanto | 15 Januari 2024, 17:06 WIB
Ahmad Ali Tepis Omongan Hasto Soal Intimidasi Pemilu


AKURAT.CO Kubu pasangan capres Ganjar-Mahfud dengan Anies-Muhaimin silang pendapat soal soal komunikasi terkait dugaan intimidasi di Pilpres 2024.

Kepala Pelatih Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin), Ahmad Ali, mengaku tidak pernah mendapat laporan terkait komunikasi tersebut dari internal Timnas Amin ataupun pihak-pihak lain.

"Saya tidak tahu, saya kebetulan belum pernah mendapat laporan dari captain timnas tentang hal tersebut. Karena kalau kita bicara TPN kemudian timnas kan berarti harus keseluruhan, bukan personal ya," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Senin (15/1/2024).

Menurut Ali, pihaknya belum pernah menjalin komunikasi dalam bentuk apapun karena memang belum merasakan hal yang sama yakni adanya intimidasi dalam pesta demokrasi 2024.

Baca Juga: Dapat Dukungan Ijtima Ulama, Anies-Muhaimin Siap Laksanakan 13 Poin

"Sampai hari ini kami belum pernah membahas itu dan belum merasakan hal yang sama kira-kira. Jadi, kami lebih banyak fokus untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat," ujarnya.

Kendati demikian, Ali tidak mengharamkan jalinan komunikasi dengan pihak manapun. Tetapi dengan catatan antara tim pemenangan bukan secara pribadi atau elite partai saja.

"Sementara ini belum ada yang ditugaskan untuk membangun komunikasi. Tapi, sekali lagi tidak ada barang haram untuk berkomunikasi secara politik. Saya mempersilakan tapi bukan representasi ya," pungkas Wakil Ketum Partai Nasdem itu.

Sebelumnya, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengaku telah berkomunikasi dengan Timnas Amin terkait intimidasi dan kecurangan pemilu. Adapun, komunikasi tersebut dijalin melalui tim hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

Baca Juga: Anies-Muhaimin Vs Ganjar-Mahfud Cuma Beda Nol Koma

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.