Akurat Logo

Sering Temukan Indikasi Intimidasi, Ganjar-Mahfud Gencarkan Kampanye di Jateng dan Jatim

Paskalis Rubedanto | 14 Januari 2024, 16:17 WIB
Sering Temukan Indikasi Intimidasi, Ganjar-Mahfud Gencarkan Kampanye di Jateng dan Jatim

AKURAT.CO Sering mengendus adanya intimidasi di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD gencar berkampanye di wilayah tersebut.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan, hal ini dilakukan karena di kedua provinsi tersebut marak terjadi intimidasi terhadap para pendukung Ganjar-Mahfud.

"Mengapa Pak Ganjar datang terakhir ini ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, karena di kedua provinsi itu banyak terjadi intimidasi sehingga menggelorakan semangat juang," kata Hasto, menjawab wartawan usai blusukan di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta, Minggu (14/1/2024).

Kendati demikian, selain dua provinsi tadi, Ganjar juga menyambangi sejumlah tempat lain yang merupakan basis suara PDIP. 

Baca Juga: Sembako Murah Barasandi: Warga Tangerang Berharap Ganjar-Mahfud Pimpin Indonesia ke Masa Depan Lebih Baik

"Tetapi Pak Ganjar juga datang ke Sumatera Utara, datang ke Lampung, datang ke NTT, Sulawesi Utara, banyak daerah yang merupakan basis PDI Perjuangan seperti Jambi, Bengkulu," ucap Hasto.

Sehingga, kata Hasto, berdasarkan analisis terakhir, sentimen positif terhadap Ganjar - Mahfud MD itu jauh lebih besar ketimbang paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

"Mengapa? Karena ini pemimpin yang merakyat, ketika debat tidak emosional, ketika debat menyampaikan gagasan yang terbaik, dan tidak marah-marah karena kalah debat. Itu yang menunjukkan sentimen positif terhadap Pak Ganjar dan Prof Mahfud, yang kami yakini untuk dapat memenangkan pilpres ini," jelasnya.

Baca Juga: Dukungan Masyarakat Sumut Lewat Tebus Murah: Ganjar-Mahfud Hadir sebagai Harapan Pendidikan dan Mengatasi Kemiskinan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.