Akurat Logo

Koran Achtung Sudutkan Prabowo-Gibran, TKN Endus Kecurangan Pemilu

Atikah Umiyani | 12 Januari 2024, 19:37 WIB
Koran Achtung Sudutkan Prabowo-Gibran, TKN Endus Kecurangan Pemilu
 
AKURAT.CO Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mencium adanya dugaan kecurangan pemilu yang mulai digencarkan oleh segelintir pihak.
 
Salah satunya dengan tersebarnya koran Achtung di sejumlah kota besar di Indonesia.
 
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman, sangat menyesalkan karena koran tersebut berisi fitnah yang menyudutkan pasangan capres nomor urut 2, Prabowo-Gibran.
 
"Yang pertama adalah penyebaran koran gelap Achtung yang sangat masif di berbagai kota besar yang isinya adalah fitnah," katanya saat menggelar konferensi pers di Media Center TKN, Jakarta, Jumat (12/1/2024).
 
Habiburokhman menjelaskan, salah satu isinya yaitu menuduh Prabowo Subianto sebagai salah satu tokoh yang berkaitan dengan kasus penculikan aktivis 98. Padahal, tudingan tersebut sama sekali tidak dapat dibuktikan.
 
"Pak Prabowo difitnah sebagai penculik. Padahal, kalau kita bicara soal penculikan, tuduhan kepada Pak Prabowo ada setidaknya empat fakta hukum yang jelas-jelas menguatkan Pak Prabowo tidak ada kaitan sama sekali terhadap penculikan aktivis 98," jelasnya.
 
 
 
Tidak hanya itu, Habiburokhman juga mencurigai adanya gerakan yang tujuan akhirnya untuk menggagalkan Pemilu 2024.

Hal ini terlihat dari adanya hasutan kepada kalangan mahasiswa untuk menggelar demonstrasi yang menolak politik dinasti.
 
"Kalau kita lihat isunya sih standar-standar saja tetapi ini tidak masuk akal. Dan kita tahu di era pemilu ini kan sangat sensitif ketika ada yang melakukan demonstrasi misalnya, tentu akan memancing reaksi dari pihak-pihak yang lain," bebernya.
 
Adapun, koran bernama Achtung tersebut telah tersebar di sebagian kota-kota besar di Pulau Sumatra dan Jawa.
 
"Kota-kota setidaknya kami dapat info Jakarta, Jabar, Lampung, Riau, Pekanbaru, Aceh dan Sumut barusan masuk," kata Habiburokhman.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK