Akurat Logo

Langkah Prabowo Sudah Tepat, Data Kemenhan Tidak Bisa Sembarang Diungkap ke Publik

Atikah Umiyani | 9 Januari 2024, 09:13 WIB
Langkah Prabowo Sudah Tepat, Data Kemenhan Tidak Bisa Sembarang Diungkap ke Publik

AKURAT.CO Pengamat hubungan internasional, Teuku Rezasyah, menekankan, Prabowo Subianto pasti memiliki batasan dalam membagikan data Kementerian Pertahanan kepada publik, terutama yang bersifat konfidensial.

Hal itu disampaikan Rezasyah menanggapi permintaan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang mendesak Prabowo untuk membuka data soal alutsista selama debat sesi ketiga berlangsung.
 
"Pak Prabowo pasti punya data. Beliau sangat tegas menafsirkan data kemhan itu konfidensial," kata Rezasyah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/1/2024).
 
 
Rezasyah menilai, apa yang dilakukan Prabowo selama debat kemarin dinilai sudah tepat, karena memang tidak semua data yang dimiliki oleh Kemhan boleh disebar sembarang kepada khalayak umum.
 
"Betul, enggak bisa (sembarangan). Orang tersebut harus tersumpah untuk membaca data kemhan itu dan tidak semua orang Kemhan bisa membaca data, dan menhan juga tersumpah untuk tidak membuka data itu ke kalangan umum," ucapnya.
 
Namun, akademisi dari Universitas Padjadjaran itu menyarankan Prabowo untuk memilah informasi yang bisa dibagi ke publik dan mana yang harus tetap dirahasiakan.
 
 
Sekaligus menegaskan bahwa tidak semua informasi keamanan dan pertahanan cocok untuk konsumsi umum.
 
"Sebenarnya, beliau bisa saja mengatakan data itu bisa dibagi dua, mana yang konfidensial untuk umum dan mana yang harus terbuka dalam negeri," pungkasnya.
 
Sebelumnya, dalam debat sesi ketiga pada Minggu malam, Prabowo merespons kritikan terhadap kebijakannya dengan mengatakan bahwa informasi yang disampaikan oleh Anies dan Ganjar adalah keliru. 
 
 
Prabowo menilai, membuka semua data dan masalah internal pertahanan di depan publik bukanlah langkah yang bijaksana. Karena Prabowo mengaku transparan, ia pun bersedia mengajak keduanya bertemu untuk membahas hal tersebut lebih lanjut.
 
"Sekarang waktunya enggak ada. Jadi, saya mengundang kita bicara, terbuka. Masa kita mau buka semua kekurangan kita di depan umum? Apakah itu pantas? Di negara yang baik, negara maju, masalah rahasia ada," ujar Prabowo dalam debat.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.