Akurat Logo

Tepis Prabowo, PDIP Sebut Bung Karno Tak Pernah Beli Alutsista Bekas

Paskalis Rubedanto | 8 Januari 2024, 19:06 WIB
Tepis Prabowo, PDIP Sebut Bung Karno Tak Pernah Beli Alutsista Bekas

AKURAT.CO PDIP menepis pernyataan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, yang menyinggung pengadaan alutsista bekas sudah menjadi tradisi, yang dimulai sejak era Presiden Soekarno alias Bung Karno. Pernyataan tersebut dianggap keliru dan perlu dikoreksi.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, alutsista pada era Bung Karno merupakan yang tercanggih sepanjang Republik berdiri. Hal ini bisa dibuktikan dari catatan sejarah yang menyebut Indonesia termasuk kekuatan militer terkuat di belahan Asia.

"Jadi, tidak ada yang bekas sehingga kami harapkan Pak Prabowo melakukan koreksi atas pernyataannya tadi malam," kata Hasto, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (8/1/2024).

Baca Juga: Intip Sederet Alutsista yang Pernah Dibeli Prabowo Saat Jadi Menteri Pertahanan

Hasto menegaskan, apa yang disampaikan Prabowo, yang juga Menhan RI saat debat itu tidak benar. Sebaliknya, Bung Besar membangun kekuatan pertahanan berdasarkan kesadaran geopolitik, atas cara pandang geopolitik, dan melihat kondisi geografis nasional hingga dijuluki Macan asia.

Dalam catatan sejarah pula kekuatan militer Indonesia, antara lain ditopang Uni Soviet, mampu merebut Irian Barat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Alutsista yang dimiliki Indonesia merupakan persenjataan mutakhir dan diakui dunia.

"Apa yang disampaikan Pak Prabowo bahwa peralatan-peralatan, alat-alat kita itu adalah bekas, itu tidak benar. Kita tahu bahwa saat itu kita belum lama merdeka. Lalu pada 1955, kita sudah mengadakan Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok," kata Hasto.

Baca Juga: Mengenal Alutsista, Istilah yang Dibahas di Debat Pilpres 2024

Hasto menambahkan pula, dalam perjalanannya, Indonesia pernah mengirimkan kapal selam kelas Whiskey yang membantu Pakistan berhadapan dengan kolonialisme Inggris.

"Kita kirim kapal selam kelas Whiskey mengapa? Karena Bapak Bangsa Pakistan Muhammad Ali Jinnah itu membantu Indonesia dengan resolusi jihad pada 10 november 1945, begitu banyak pasukan-pasukan dari Gurgha yang kemudian mendukung Indonesia lewat seruan Bapak Bangsa Pakistan tersebut sehingga kita memberikan sumbangsih, maka Bung Karno mendapat gelar pendekar dan pembebas bangsa Islam," beber Hasto.

Baca Juga: Soal Pembelian Alutsista, Ganjar: No Utang No Usang

Hasto juga menjelaskan alutsista baru yang digunakan Bung Karno, misalnya seperti dari Yugoslavia. Alutsista tersebut bahkan dikirimkan Bung Karno untuk membantu Aljazair mendapatkan kemerdekaannya sebagai negara.

"Karena itu, pernyataan Prabowo tentang sistem persenjataan Bung Karno tidak pas dan kami luruskan. Karena inilah termasuk kita mendapatkan pesawat C-130 Hercules karena kedekatan Bung Karno dengan (Presiden AS) John Kennedy dari AS. Maka kita mendapatkan reaktor nuklir itu juga didirikan kerja sama dengan pemerintahan AS pada masa Presiden Keneddy," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.