Akurat Logo

Data Dibantah Prabowo Namun Tidak Dibuktikan, Ganjar: Akui Saja Kalau Saya Benar

Paskalis Rubedanto | 7 Januari 2024, 23:47 WIB
Data Dibantah Prabowo Namun Tidak Dibuktikan, Ganjar: Akui Saja Kalau Saya Benar

AKURAT.CO Rampungkan debat ketiga calon presiden, Ganjar Pranowo ungkap soal data yang dimilikinya sempat dibantah oleh Prabowo Subianto, namun tidak dibuktikan bersama bantahan tersebut.

"Kalau tidak tahu, saya minta silahkan dikoreksi. Tapi kalau saya punya data ini dan anda tidak mampu mengatakan, maka anda harus mengakui bahwa saya adalah yang benar. Kecuali anda punya cara yang lain yang sudah saya berikan kesempatan,” kata Ganjar seusai debat capres, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Pembuktian data tersebut sudah diminta Ganjar jika memang ada staf yang bisa membantu. Bukan untuk sombong, namun pembeberan data yang benar menjadi penting untuk masyarakat bisa mengerti mana yang benar salah atau omong kosong.

Baca Juga: Perangi Terorisme hingga TPPO, Ganjar Bakal Lakukan Reformasi Kepolisian

“Silakan kali ini boleh dibantu. Sayang tidak ada yang dibantu. Maka publik, masyarakat perlu diberikan edukasi berbasis pada data sehingga mereka akan mengerti, itu benar, ini salah, ini omdo dan ini benar,” pungkas Ganjar.

Sebelumnya, dalam debat yang berlangsung tersebut, Prabowo sempat meragukan data yang dimiliki oleh Ganjar dan juga Anies Baswedan tentang alat-alat perang oleh Kementrian Pertahanan.

“Sekali lagi data-data yang bapak pegang adalah keliru, dan juga Pak Ganjar juga tadi banyak kelirunya, saya sangat transparan,” jawab Prabowo, kepada Ganjar dan Anies, ketika debat berlangsung.

Baca Juga: Rencana Alutsista Bekas Disinggung, Prabowo Undang Anies Buka Data Pertahanan

Seperti diketahui, debat ketiga capres mengusung tema pertahan, keamanan, geopolitik dan hubungan internasional. Debat dimulai pukul 19.00 WIB di Gedung Istora Senayan, Jakarta.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.