Akurat Logo

Debat Panas dengan Prabowo, Ganjar Singgung Pelanggaran HAM Berat hingga Petrus

Paskalis Rubedanto | 12 Desember 2023, 22:48 WIB
Debat Panas dengan Prabowo, Ganjar Singgung Pelanggaran HAM Berat hingga Petrus

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyinggung soal pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang terjadi pada peristiwa 1965, penembakan misterius, peristiwa Talangsari Lampung 1989, penghilangan paksa, sampai peristiwan Wamena kepada Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto.

Singgungan tersebut diberikan Ganjar kepada Prabowo, di tengah-tengah gelaran debat capres, yang diselenggarakan KPU, di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

"Kalau Bapak ada di situ apakah bapak akan membuat Pengadilan HAM dan membereskan rekomendasi DPR? Kedua, apakah bapak bisa menemukan dimana mereka, dikubur agar bisa berziarah?” tanya Ganjar, kepada Prabowo.

Baca Juga: Simak Syarat dan Cara Daftar Ikut Lelang Barang Gratifikasi Sitaan KPK

Dengan nada yang cukup tinggi, situasi memanas saat Prabowo menjawab pertanyaan tersebut.

"Pak Ganjar tadi justru Anda sebut tahun 2009 kan? Jadi sekian tahun yang lalu kan, dan masalah ini ditangani justru oleh wakil presiden Anda (Mahfud MD) ya, jadi apa lagi mau ditanya kepada saya, saya sudah menjawab," jawab Prabowo kepada Ganjar.

“Bapak tahu data enggak? Bapak tanya ke Kapolda, berapa orang hilang di DKI tahun ini, ada mayat yang diketemukan berapa hari lalu dan sebagainya, come on Mas Ganjar,” sambungnya.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa dirinya sangat keras membela HAM, ia pun membeberkan contoh orang-orang yang katanya dia culik.

Baca Juga: WhatsApp Kembangkan Fitur yang Mudahkan Berbagi Status ke Instagram

“Nyatanya orang-orang yang dulu ditahan, tapol-tapol, yang katanya saya culik, sekarang ada di pihak saya membela saya saudara sekalian. Jadi, masalah HAM, jangan dipolisasi Mas Ganjar,“ tegas Prabowo.

Kendati demikian, situasi kian memanas saat Ganjar mengklaim jawaban Prabowo sama sekali tidak tegas.

Karena menurutnya, Prabowo tidak menjawab pertanyaan sebenarnya yang ia lemorkan tentang bantuan kepada keluarga korban pelanggaran HAM.

“Pak prabowo ini punya ketegasan yang luar biasa, luar biasa. Tapi sayang, pada dua jawaban itu sama sekali tidak punya ketegasan,” ucap Ganjar.

Baca Juga: Waspada Pneumonia pada Anak: Kenali Gejalanya dan Cara Mengobatinya

Tak terima dibilang tidak tegas, Prabowo menjawab lagi, menurutnya, pertanyaan Ganjar tersebut terkesan tendesius alias bersudut pandang kepada hal tertentu.

"Lho, kok dibilang saya tidak tegas? Saya tegas akan menegakan HAM. Masalah yang bapak tanyakan, agak tendensius. Kenapa pada saat 13 orang hilang ditanyakan kepada saya? itu tendensius pak,” jawab Prabowo lagi. 

“Dan wakil bapak yang mengurus ini selama ini. Jadi kalau memang keputusannya mengadakan pengadilan HAM, kita adakan pengadilan HAM, enggak ada masalah,” pungkas Prabowo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.