Kampanye Hitam Ke Jokowi Didalangi Kelompok Anti-hilirisasi Nikel

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo saat ini sedang mendapat gelombang serangan kampanye hitam dan negatif.
Hal itu disampaikan akademisi Ade Armando melalui keterangan video yang diunggah di akun Instagram @adearmando_official, Jumat (20/10/2023).
Dia menjelaskan, Presiden Jokowi dituduh haus kekuasaan, membangun dinasti politik, mengendalikan Mahkamah Konstitusi dan melanggar hukum. Kemudian tuduhan telah dikendalikan oligarki, membawa Indonesia kembali ke titik nol reformasi dan sebagainya
"Semula saya menduga ini cuma kritik biasa, namun sekarang saya rasa ada soal lain," kata Ade.
Baca Juga: Hukum Mencetak Alat Peraga Untuk Kampanye Hitam
Menurut dia, di belakang gelombang serangan-serangan itu terdapat kekuatan yang ingin agar kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintahan Jokowi selama ini yang merugikan kelompok-kelompok tertentu tidak akan dilanjutkan oleh penggantinya pada 2024 nanti.
"Para penggerak serangan tidak ingin pengganti Jokowi adalah orang yang akan melanjutkan kebijakan-kebijakannya," beber Ade.
Ade mencontohkan hilirisasi nikel. Kebijakan yang melarang penjualan bahan mentah nikel ini jelas membawa keuntungan besar bagi rakyat Indonesia, namun justru menimbulkan kerugian besar bagi negara-negara adikuasa barat.
Karenanya, mereka mati-matian berusaha menghukum Indonesia tetapi dengan gagah berani dilawan oleh pemerintahan Jokowi.
"Kini saya sudah dengar bahwa para penguasa modal di Amerika Serikat sudah mendapat janji dari kelompok yang berada di belakang calon presiden tertentu. Janjinya adalah kebijakan hilirisasi nikel ini tidak akan dilanjutkan kalau mereka nanti berkuasa," jelas Ade yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Baca Juga: Faisal Basri: Hilirisasi Nikel 90 Persen Untungkan China
"Karena itu, saya mengajak anda semua untuk berada terus mendukung Presiden Jokowi dan mendukung orang yang akan melanjutkan apa yang sudah dijalankan Jokowi selama sembilan tahun terakhir. Gunakan akal sehat karena hanya dengan akal sehat bangsa ini akan selamat," demikian Ade.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai
- 10Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi







