Akurat Logo

Hadiri Rakernas PDIP, Ganjar Dihadiahi Bokor, Kain Dan Peci

Paskalis Rubedanto | 29 September 2023, 13:23 WIB
Hadiri Rakernas PDIP, Ganjar Dihadiahi Bokor, Kain Dan Peci

 

AKURAT.CO Ganjar Pranowo menghadiri Rakernas IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2023). Setibanya di lokasi, Ganjar langsung dikenalkan kader produk-produk lokal seperti bokor, kain tenun dan peci.

Ganjar hadir mengenakan kemeja hitam-putih dan langsung dikerubungi kader yang berebut foto. Pada kesempatan itu, Ganjar menyempatkan diri mengunjungi Pameran Pertanian Plus 2023 yang berada di arena Rakernas IV PDIP. 

"Tadi kami menunjukkan hasil karya ke Pak Ganjar. Ini bokor. Kalau di Bali itu sembayang. Kalau ini sudah diubah. Jadi, ini bisa jadi tempat menaruh buah," kata seorang penjaga stan Gerak MPP.

Baca Juga: Ganjar Unggul 44 Persen Di Jatim Meski Cak Imin Cawapres Anies

Bokor yang ditunjukkan ke Ganjar bertuliskan Ganjar P. Adapun Rakernas PDIP mengangkat tema “Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” dengan sub tema “Pangan Sebagai Lambang Supremasi Kepemimpinan Indonesia Bagi Dunia”.

Selain itu, Ganjar diberikan kain dan diberikan peci dari serat Doyo.

“Tenun kain Doyo dari Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Peci juga dari serat Doyo. Ini satu-satunya di Indonesia. Pak Ganjar bilang keren betul itu," ujar Hengki, dari stan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kutai Barat.

Baca Juga: Rakernas PDIP Bakal Diisi Pidato Trio Megawati-Jokowi-Ganjar

Ganjar pun menuturkan, masalah pangan ini harus menjadi pembahasan serius dan segera dibahas. Menurutnya tema ini menjadi strategis untuk dibahas di tengah isu global dan ancaman El Nino.

“Semua diminta untuk serius mengurus persoalan pangan ini. Ya dari hulunya sampai hilir termasuk modernisasi, ya pupuknya termasuk bibit bagusnya,” kata Ganjar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.