Akurat Logo

Dinamika Cawapres Prabowo, Dari NU Atau Bukan?

Paskalis Rubedanto | 17 September 2023, 12:04 WIB
Dinamika Cawapres Prabowo, Dari NU Atau Bukan?

AKURAT.CO Bakal calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto sampai saat ini masih belum ditentukan.

Pendamping Prabowo di Pilpres 2024 digadang-gadang akan berasal dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) karena kedekatannya dengan Yenny Wahid, putri Presiden Ke-IV RI, Abdurrahman Wahid.

Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, bakal capres Prabowo bisa saja dari kalangan NU atau bisa saja tidak karena semuanya masih bersifat dinamis.

Baca Juga: Pertemuan Kekeluargaan Airlangga-Prabowo Enggak Cuma Bahas Politik

"Cawapresnya dari kalangan NU, ya bisa jadi bisa bukan. Semuanya masih dinamis, semuanya masih punya peluang untuk menjadi cawapres Prabowo," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Minggu (17/9/2023).

Pasalnya, dalam pertemuan ketua umum partai pengusung Prabowo pada Kamis (14/9/2023), belum membahas tentang siapa cawapres yang akan disandingkan.

Ujang menilai bahwa para ketum parpol dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih harus bermusyawarah dalam menentukan cawapres Prabowo.

Baca Juga: Demokrat Bakal Dukung Prabowo?

"Saya melihat pertemuan ketum partai kemarin bukan untuk memfinalisasi sosok cawapres. Pasti membicarakan kriteria dulu, kriteria umum, kriteria khusus. Dimusyawarahkan dulu, yang bagus memang berdasarkan musyawarah mufakat," jelas akademisi Universitas Al Azhar Indonesia itu.

Diketahui, sejak pilpres digelar secara langsung pada 2004, tokoh NU memang kerap digandeng menjadi calon wapres. Antara lain disebabkan massa dan pemilih dari kalangan Nahdliyin cukup besar.

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) beberapa waktu lalu melansir ada 20 persen yang mengaku sebagai anggota NU dari 273,8 juta jumlah penduduk Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Komitmen Jalankan Politik Santun

Maka dari itu, tak heran jika para capres di Pilpres 2024 ingin menggaet pendamping dari tokoh NU.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.