Dinamika Cawapres Prabowo, Dari NU Atau Bukan?
AKURAT.CO Bakal calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto sampai saat ini masih belum ditentukan.
Pendamping Prabowo di Pilpres 2024 digadang-gadang akan berasal dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) karena kedekatannya dengan Yenny Wahid, putri Presiden Ke-IV RI, Abdurrahman Wahid.
Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, bakal capres Prabowo bisa saja dari kalangan NU atau bisa saja tidak karena semuanya masih bersifat dinamis.
Baca Juga: Pertemuan Kekeluargaan Airlangga-Prabowo Enggak Cuma Bahas Politik
"Cawapresnya dari kalangan NU, ya bisa jadi bisa bukan. Semuanya masih dinamis, semuanya masih punya peluang untuk menjadi cawapres Prabowo," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Minggu (17/9/2023).
Pasalnya, dalam pertemuan ketua umum partai pengusung Prabowo pada Kamis (14/9/2023), belum membahas tentang siapa cawapres yang akan disandingkan.
Ujang menilai bahwa para ketum parpol dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih harus bermusyawarah dalam menentukan cawapres Prabowo.
Baca Juga: Demokrat Bakal Dukung Prabowo?
"Saya melihat pertemuan ketum partai kemarin bukan untuk memfinalisasi sosok cawapres. Pasti membicarakan kriteria dulu, kriteria umum, kriteria khusus. Dimusyawarahkan dulu, yang bagus memang berdasarkan musyawarah mufakat," jelas akademisi Universitas Al Azhar Indonesia itu.
Diketahui, sejak pilpres digelar secara langsung pada 2004, tokoh NU memang kerap digandeng menjadi calon wapres. Antara lain disebabkan massa dan pemilih dari kalangan Nahdliyin cukup besar.
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) beberapa waktu lalu melansir ada 20 persen yang mengaku sebagai anggota NU dari 273,8 juta jumlah penduduk Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Komitmen Jalankan Politik Santun
Maka dari itu, tak heran jika para capres di Pilpres 2024 ingin menggaet pendamping dari tokoh NU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








