AKURAT.CO Semenjak didaulat menjadi capres (Pak Ganjar Pranowo) oleh PDIP terjadi berbagai gejolak, baik yang positif maupun negatif.
Hal yang Menarik Ditelisik
1. Terbentuknya koalisi partai pendukung Ganjar Pranowo yaitu PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura dan Partai Perindo.
2. Keluarnya PPP dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
3. Bergabungnya KIB ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB) dan partai yang baru lahir di luar Partai Buruh.
4. Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yaitu Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat membuat geger dunia perpolitikan dengan deklarasi Anies Baswedan (capres) dan Muhaimin Iskandar (cawapres) yang diusung oleh Nasdem dan PKB.
5. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mencla mencle, yang awalnya mendukung Ganjar Pranowo seakan mendukung Prabowo Subianto.
6. Hasil survei yang merilis Prabowo mengungguli Ganjar Pranowo oleh Litbang Kompas pada 27 Juli sampai 7 Agustus 2023 menunjukkan elektabilitas bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto unggul saat head to head dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
7. Kejutan dari berbagai survei di antaranya Litbang Kompas, dikutip Senin (21/8/2023), Ganjar unggul dari dua kandidat capres. Pada 30 Agustus 2023, Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat Ganjar unggul dari dua kandidat dan pada Senin (5/6/2023), SMRC merilis hasil survei bertajuk "Kualitas Popularitas dan Elektabilitas Bacapres di Pemilih Kritis" juga Ganjar unggul dari kedua kandidat tersebut.
8. Riak kecil yang tidak berdampak misalnya pernyataan Effendi Simbolon dan dukungan Budiman Sudjatmiko ke Prabowo Subianto.
Kita Dapat Mengambil Hikmahnya
1. Koalisi tidak selamanya bisa menghasilkan suatu kesepakatan bersama karena kepentingan yang berbeda.
2. Koalisi harus mengedepankan musyawarah, mengesampingkan kepentingan sesaat.
3. Koalisi harus dapat kerja sama dan gotong royong dalam memenangkan capres.
4. Sebesar apapun koalisi tidak akan berdampak positif kalau tidak turun ke rakyat.
5. Koalisi partai harus bergandeng tangan dengan relawan untuk turun ke rakyat bawah dan membuang ego sektoralnya.
Saran dari Penulis
1. Koalisi partai dan relawan harus ada tim lobi ke berbagai tokoh, komunitas dan kalangan pebisnis.
2. Sebelum menentukan cawapres, tentu harus ada konektivitas dengan tokoh, ormas keagamaan supaya saat diumumkan tidak menimbulkan opini yang sumbang tetapi sudah merupakan suatu kesepakatan yang bulat.
3. Mengurangi deklarasi di gedung-gedung. Lebih baik capres dan cawapres turun langung ke akar rumput menyapa rakyat bawah. Hal itu bisa berdampak positif dan merakyat.
4. Tokoh dari masyarakat Jawa Barat merupakan salah satu pertimbangan penting. Misal, Ridwan Kamil yang banyak diinginkan oleh masyarakat Jabar, tentu pertimbangan hal itu dikarenakan Jabar pemilih terbesar saat ini.
5. Pertimbangan rasionalnya adalah Mahfud MD mempunyai integritas atas komitmen kebangsaan. Furthermore, spektrum politik Mahfud sangat lebar, dari perspektif elektoral (analisa Ir. KPH. Adipati, Bagas Pujilaksono Widyakanigara Hamengkunegara, Universitas Gadjah Mada).
Membahas elektoral Mahfud MD tidak bisa berfikir dengan satu variabel. Namun, elektoral Mahfud MD adalah buah dari sebuah dinamika politik yang berkembang saat ini, yang dengan mudah bisa disimulasikan secara matematis untuk sebuah prediksi.
Dalam analisa poin 6 ini ada kebenaran faktanya di lapangan. Tinggal koalisi partai (PDIP, PPP, Hanura, Perindo) memutuskan secara bijak dan matang.
6. Konsentrasi utama yang harus dilakukan koalisi partai dan relawan adalah daerah Jabar, Banten, Sumatra, Kalimantan dengan tidak mengesampingkan daerah-daerah lainnya.
Tomson Manurung
(Ketua Umum Relawan Alnusa, aktivis 98)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



