Akurat Logo

Kalau AHY Ngotot Mau Jadi Cawapres, Wajib Bikin Poros Baru

Citra Puspitaningrum | 6 September 2023, 07:00 WIB
Kalau AHY Ngotot  Mau Jadi Cawapres, Wajib Bikin Poros Baru

AKURAT.CO Partai Demokrat harus segera menentukan sikap politik dalam keikutsertaan sebagai peserta pemilu serentak 2024.

Setelah mencabut dukungan kepada Anies Baswedan dan hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), partai berlambang bintang mercy itu masih bisa menjalin koalisi dengan partai lain apabila tetap menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono maju sebagai bakal calon wakil presiden (bacapres). 
 
Pengamat politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, Partai Demokrat memiliki peluang membentuk poros baru dalam ajang Pilpres 2024 dengan menggandeng Partai Golkar. Diketahui, Demokrat dan Golkar memiliki hubungan mesra karena pernah membiduk kerja sama medio 2004-2029 lalu. 
 
"Secara historis Demokrat dan Golkar punya hubungan baik. Bahkan saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) presiden, Golkar menjadi koalisi yang loyal," kata Jamiluddin kepada Akurat.co, Rabu (6/9/2023). 
 
Bintang mercy dan pohon beringin memiliki kekuatan untuk mengusung bacapres dan bacawapres dari masing-masing partai. Sebab, suara keduanya di parlemen sudah melewati ambang batas pencalonan Presidential Threshold (PT) di mana Golkar mempunyai 85 kursi sementara Demokrat 54 kursi. 
 
"Demokrat layak membentuk poros baru dengan Golkar, PT untuk itu cukup mengusung pasangan capres dan cawapres," ujarnya. 
 
Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta itu menilai kerja sama politik antara keduanya tidak akan ada aroma pengkhianatan karena pernah menjalin hubungan baik hingga mengantarkan SBY dan Jusuf Kalla terpilih sebagai capres dan cawapres pada 2004-2009.
 
"Mesin partai Demokrat dan Golkar cukup kuat untuk membuat poros dan itu mempunyai nilai jual. Militansi mesin partai keduanya cukup mengantarkan poros Demokrat dan Golkar bersaing dengan poros lain," ucapnya. 
 
"Tidak ada sisi politis, sosiologis dan psikologis yang menghambat Demokrat dan Golkar berkoalisi. Semua itu menjadi modal untuk menyatukan Demokrat dan Golkar membentuk poros baru," pungkasnya.[]
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.